Dalam menyusun komposisi pakan ikan saat ini para peneliti sudah
melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam
amino setiap jenis ikan. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan
asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju
pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. Asam amino merupakan bahan dasar yang
dihasilkan dari proses pemecahanatau hidrolisis dari protein. Asam
amino ini membangun blok protein.Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang
merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan -
COOH atau suatu kelompok karboxyl,oleh karena itu disebutlah asam amino. Dalam molekul protein asam
amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok
karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida.
Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi
secara alami. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh
dan berkembang. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi
dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial.
pengelompokkan asam amino (Millamena, 2002)
Asam amino essensial
Arginin
Histidin
Isoleucin
Leucin
Lysin
Methionin
Phenylalanin
Threonin
Tryptophan
Valin
Asam amino nonessensial
Alanin
Asparagin
Asam Aspartad
Cystein
Asam Glutamat
Glutamin
Glycin
Prolin
Serin
Tyrosin
Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam
amino non essensial. Asam amino essensial adalah asam amino yang
tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan
maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino.
Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang
dibutuhkan ikan berbeda-beda. Esensialitas dari suatu asam amino
akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Sebagai contoh,
glycine diperlukan oleh ayam tetapibukanlah penting bagi ikan. Asam
amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau
disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi
pakan.
Asam amino esensial
Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh
pertumbuhan ikan yaitu: arginin, histidin, isoleucin, leucin, methionin,
phenylalanin, threonin, tryptophan dan valin. Kesepuluh asam amino ini
merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan
bahan dasar dari struktur atau unsur lain. Methionin adalah prekursor dari
cyestein dan cystin. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3).
Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin, cholin, dan banyak unsur lain.
Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke ph penylalanin, maka
tyrosin dibentuk. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin, epinephrin
dan norepinephrin dan melanin pigmen. Arginin menghasilkan
ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. Perpindahan suatu
karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. Tryptophan adalah
prekursor dari serotonin atau suatu vitamin, asam nikotinik. Semua ikan
bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial.
Asam amino non essensial
Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine, asparagirie, asam aspartad,
cyestin, asam glutamat, glutamin,glycin, prolin, serin dan tyrosin. Asam
amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan
asam amino yang sangat dibutuhkanatau harus ada dalam komposisi pakan.
PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin,Asam amino
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
Selamat Datang di Blog @Superfishfood sharing informasi Perikanan Peternakan Pertanian...
TAG - BLOGQ
Tampilkan postingan dengan label Protein. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Protein. Tampilkan semua postingan
Nutrisi Tepung udang dan Ikan
Perbandingan nutrisi tepung limbah UDANG dengan tepung IKAN
Nutrisi Udang-ikan
Air (%) 10,3 10,32
Abu (%) 18,65 14,34
Protein 45,29 54
Methionin 1,26 1,30
Lisin (%) 3,11 3,97
Sistin (%) 0,51 0,53
Triptophan 0,39 0,43
Lemak (%) 6,62 9,8
Serat Ksr 17,9 1,99
Kalsium 7,76 3,34
Phospor 1,31 2,8
Energi 3577 4679
Bruto kkal/kg
Sumber : Lab. Ilmu Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, IPB
Posted : Poultryindonesia.com
Disadur : Royan, Semoga Bermanfaat...
TEPUNG IKAN
1. PENDAHULUAN
Tepung ikan adalah produk berkadar air rendah yang diperoleh dari
penggilingan ikan. Produk yang kaya dengan protein dan mineral ini digunakan
sebagai bahan baku pakan.
Pengolahan ikan menjadi tepung ikan tidak sulit dilakukan. Usaha pengolahan
tepung ikan dapat dilakukan dengan biaya yang tidak terlalu besar.
Tepung ikan dapat dibuat dengan salah satu cara berikut:
1) Cara basah
2) Cara kering
3) Cara penyulingan
Dari ketiga cara di atas, cara kering paling cocok dilakukan untuk industri kecil
karena lebih sederhana dan lebih murah. Tulisan ini hanya menjelaskan cara
kering.
2. BAHAN
Ikan. Berbagai jenis ikan laut dapat diolah menjadi tepung ikan. Akan tetapi
yang paling ekonomis adalah ikan-ikan kecil (rucah) yang kurang disukai untuk
dikonsumsi dan harganya relatif murah.
3. PERALATAN
1) Penggiling ikan. Alat ini digunakan untuk menggiling ikan basah dan bubur
kering ikan.
2) Alat pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan ikan sehingga kadar
air mencapai 8%.
3) Alat press. Alat ini digunakan untuk mempres ikan kering sehinga sebagian
lemaknya keluar.
4. CARA PEMBUATAN
1) Pengilingan Ikan Basah
a. Pengilingan ikan basah dilakukan terhadap ikan yang berukuran sedang
dan besar. Ikan-ikan yang berukuran kecil (ter) tidak harus digiling, dan
proses ini tidak harus dilakukan.
b. Ikan berukuran sedang dan besar, perlu dibuang jeroannya, dan dicuci.
Sedangkan untuk ikan yang berukuran kecil, pembuangan jeroan dan
pencucian tidak perlu dilakukan.
c. Ikan digiling dengan penggiling ulir sehingga diperoleh bubur mentah ikan.
2) Pengukusan.
Bubur ikan atau ikan kecil dikukus dengan uap panas selama 1 jam sehingga
bubur atau ikan kecil menjadi matang secara sempurna. Hail pengukusan
disebut dengan bubur matang ikan.
3) Pengeringan
Bubur matang ikan dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air
sekitar 8%. Hasil pengeringan disebut cake kering ikan. Cake kering ikan
mempunyai kadar lemak tinggi (di atas 30%).
4) Pemerasan Minyak
Cake kering ikan diperas dengan alat pres sehingga sebagian dari minyak
keluar.
5) Penggilingan Cake
Cake yang telah dipres digiling dengan mesin penggiling sehingga diperoleh
tepung ikan yang cukup halus (lolos ayakan 40-60 mesh).
6) Pengemasan
Tepung ikan dikemas di dalam karung plastik atau di dalam wadah yan
kedap uap air. Sebelum pengemasan, kadar air tepung harus di bawah 8%.
Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah,
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal
Tepung ikan adalah produk berkadar air rendah yang diperoleh dari
penggilingan ikan. Produk yang kaya dengan protein dan mineral ini digunakan
sebagai bahan baku pakan.
Pengolahan ikan menjadi tepung ikan tidak sulit dilakukan. Usaha pengolahan
tepung ikan dapat dilakukan dengan biaya yang tidak terlalu besar.
Tepung ikan dapat dibuat dengan salah satu cara berikut:
1) Cara basah
2) Cara kering
3) Cara penyulingan
Dari ketiga cara di atas, cara kering paling cocok dilakukan untuk industri kecil
karena lebih sederhana dan lebih murah. Tulisan ini hanya menjelaskan cara
kering.
2. BAHAN
Ikan. Berbagai jenis ikan laut dapat diolah menjadi tepung ikan. Akan tetapi
yang paling ekonomis adalah ikan-ikan kecil (rucah) yang kurang disukai untuk
dikonsumsi dan harganya relatif murah.
3. PERALATAN
1) Penggiling ikan. Alat ini digunakan untuk menggiling ikan basah dan bubur
kering ikan.
2) Alat pengering. Alat ini digunakan untuk mengeringkan ikan sehingga kadar
air mencapai 8%.
3) Alat press. Alat ini digunakan untuk mempres ikan kering sehinga sebagian
lemaknya keluar.
4. CARA PEMBUATAN
1) Pengilingan Ikan Basah
a. Pengilingan ikan basah dilakukan terhadap ikan yang berukuran sedang
dan besar. Ikan-ikan yang berukuran kecil (ter) tidak harus digiling, dan
proses ini tidak harus dilakukan.
b. Ikan berukuran sedang dan besar, perlu dibuang jeroannya, dan dicuci.
Sedangkan untuk ikan yang berukuran kecil, pembuangan jeroan dan
pencucian tidak perlu dilakukan.
c. Ikan digiling dengan penggiling ulir sehingga diperoleh bubur mentah ikan.
2) Pengukusan.
Bubur ikan atau ikan kecil dikukus dengan uap panas selama 1 jam sehingga
bubur atau ikan kecil menjadi matang secara sempurna. Hail pengukusan
disebut dengan bubur matang ikan.
3) Pengeringan
Bubur matang ikan dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air
sekitar 8%. Hasil pengeringan disebut cake kering ikan. Cake kering ikan
mempunyai kadar lemak tinggi (di atas 30%).
4) Pemerasan Minyak
Cake kering ikan diperas dengan alat pres sehingga sebagian dari minyak
keluar.
5) Penggilingan Cake
Cake yang telah dipres digiling dengan mesin penggiling sehingga diperoleh
tepung ikan yang cukup halus (lolos ayakan 40-60 mesh).
6) Pengemasan
Tepung ikan dikemas di dalam karung plastik atau di dalam wadah yan
kedap uap air. Sebelum pengemasan, kadar air tepung harus di bawah 8%.
Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah,
Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal
Labels:
30up,
40up,
50up,
ABU,
AIR,
ENERGI,
KADAR,
Lemak,
NUTRISI,
PEPSIN,
Protein,
PURE FRESH FISH MEAL,
SERAT KASAR,
TEPUNG IKAN,
TEPUNG IKAN TAWAR MURNI,
tvbn
LIPID
LIPID
Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel, penyimpan bahan bakar metabolik, untuk mengangkut bahan bakar, sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. Lipid terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Lipid merupakan komponen penting
dalam pakan ikan karena lipid dapatdijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. Lipid berbeda dengan lemak. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya, lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya, molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan. Sebagai sumber energi, lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan. Lipid juga sumber penting sterol, phospolipid, dan vitamin lemak yang dapat larut. Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin.
Fungsi umum dari lipid
Fungsi yang umum adalah: Sumber energi berkenaan dengan metabolisme, adenosine triphosphate (ATP). Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan,
misalnya : asam arachidonik(ARA), asam eicosapentaenoie (EPA), dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular, misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput, transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH , dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap. Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi
bahan kimianya dan singkatan stenografi. Di dalam tatanama asam lemak, sebuah asam lemak di indentifikasi dengan formula: A:B n-3, A:B n-6, A:B n-9, kadang-kadang ditulis dengan huruf ?? (omega) dimana, A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda, n-3, n-6, n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak. Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Asam lemak jenuh terdiri
dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1), asetat (2), propionat (3), butirat (4), valerat (5), kaproat (6), kaprilat/oktanoat (8), kaprat/dekanoat (10), laurat (12), miristat (14), palmitat (16), stearat (18), arakidat (20), behenat (22), lignoserat (24). Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak. Pada asam lemak tidak jenuh dapatdikelompokkan kedalam enam
Kebutuhan asam lemak pada ikanAsam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan. Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh. Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat, asam lemak linolenat, asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA). Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam, suhu dan makanan. Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut. Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak, walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%. Tetapi
dalam lemak pakan harusdiperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya. Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati, keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel.. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon), kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 . Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 - 1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan, sedangkan, rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%. Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam
komposisii pakannya. Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3), asam linoleat ( 18:2n-6), asam eocosapentaenoat ( EPA, 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA, 22: 6n-3). Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya. Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas. Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. Pada ikan karper (Cyprinus carpio), salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari
kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica). Pada ikan budidaya air panas yang lain.,membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3, tetapi pada level 0,5%.Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0,5% . Asam lemak n-3 (n-3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo), dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata). Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan,
sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena, 2002). Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemakantara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaikdidapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid. Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0,5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1,0. Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%. Pada juveniludang windu (Penaeus monodon), sekitar 2,6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi
18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan. Kemudian, spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya. Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah, hal ini dikarenakan EFA berperan penting
pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang, maka telur yang dihasilkan memiliki daya tetas yang rendah. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal. Dengan adanya perubahan bentuk tubuh, kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan
emulsi oleh asam empedu danlecithin dalam empedu. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Berdasarkan studi secara invitro pada ikan layang, ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan, seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus. Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk
triglyserida. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron, yaitu komplek koloid yang besarnya 0,5 – 1,5 ,Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi. Rantai panjang asam lemak, gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan. Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar, asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi.
PROTEIN, asam LEMAK, enzim, hormon,vitamin, LIPID
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:200
Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel, penyimpan bahan bakar metabolik, untuk mengangkut bahan bakar, sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. Lipid terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Lipid merupakan komponen penting
dalam pakan ikan karena lipid dapatdijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. Lipid berbeda dengan lemak. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya, lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya, molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan. Sebagai sumber energi, lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan. Lipid juga sumber penting sterol, phospolipid, dan vitamin lemak yang dapat larut. Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin.
Fungsi umum dari lipid
Fungsi yang umum adalah: Sumber energi berkenaan dengan metabolisme, adenosine triphosphate (ATP). Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan,
misalnya : asam arachidonik(ARA), asam eicosapentaenoie (EPA), dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular, misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput, transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH , dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap. Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi
bahan kimianya dan singkatan stenografi. Di dalam tatanama asam lemak, sebuah asam lemak di indentifikasi dengan formula: A:B n-3, A:B n-6, A:B n-9, kadang-kadang ditulis dengan huruf ?? (omega) dimana, A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda, n-3, n-6, n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak. Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Asam lemak jenuh terdiri
dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1), asetat (2), propionat (3), butirat (4), valerat (5), kaproat (6), kaprilat/oktanoat (8), kaprat/dekanoat (10), laurat (12), miristat (14), palmitat (16), stearat (18), arakidat (20), behenat (22), lignoserat (24). Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak. Pada asam lemak tidak jenuh dapatdikelompokkan kedalam enam
Kebutuhan asam lemak pada ikanAsam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan. Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh. Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat, asam lemak linolenat, asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA). Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam, suhu dan makanan. Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut. Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak, walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%. Tetapi
dalam lemak pakan harusdiperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya. Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati, keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel.. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon), kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 . Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 - 1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan, sedangkan, rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%. Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam
komposisii pakannya. Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3), asam linoleat ( 18:2n-6), asam eocosapentaenoat ( EPA, 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA, 22: 6n-3). Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya. Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas. Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. Pada ikan karper (Cyprinus carpio), salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari
kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica). Pada ikan budidaya air panas yang lain.,membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3, tetapi pada level 0,5%.Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0,5% . Asam lemak n-3 (n-3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo), dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata). Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan,
sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena, 2002). Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemakantara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaikdidapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid. Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0,5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1,0. Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%. Pada juveniludang windu (Penaeus monodon), sekitar 2,6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi
18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan. Kemudian, spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya. Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah, hal ini dikarenakan EFA berperan penting
pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang, maka telur yang dihasilkan memiliki daya tetas yang rendah. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal. Dengan adanya perubahan bentuk tubuh, kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan
emulsi oleh asam empedu danlecithin dalam empedu. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Berdasarkan studi secara invitro pada ikan layang, ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan, seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus. Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk
triglyserida. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron, yaitu komplek koloid yang besarnya 0,5 – 1,5 ,Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi. Rantai panjang asam lemak, gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan. Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar, asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi.
PROTEIN, asam LEMAK, enzim, hormon,vitamin, LIPID
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:200
LIPID
LIPID
Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel, penyimpan bahan bakar metabolik, untuk mengangkut bahan bakar, sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. Lipid terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Lipid merupakan komponen penting
dalam pakan ikan karena lipid dapatdijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. Lipid berbeda dengan lemak. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya, lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya, molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan. Sebagai sumber energi, lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan. Lipid juga sumber penting sterol, phospolipid, dan vitamin lemak yang dapat larut. Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin.
Fungsi umum dari lipid
Fungsi yang umum adalah: Sumber energi berkenaan dengan metabolisme, adenosine triphosphate (ATP). Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan,
misalnya : asam arachidonik(ARA), asam eicosapentaenoie (EPA), dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular, misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput, transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH , dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap. Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi
bahan kimianya dan singkatan stenografi. Di dalam tatanama asam lemak, sebuah asam lemak di indentifikasi dengan formula: A:B n-3, A:B n-6, A:B n-9, kadang-kadang ditulis dengan huruf ?? (omega) dimana, A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda, n-3, n-6, n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak. Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Asam lemak jenuh terdiri
dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1), asetat (2), propionat (3), butirat (4), valerat (5), kaproat (6), kaprilat/oktanoat (8), kaprat/dekanoat (10), laurat (12), miristat (14), palmitat (16), stearat (18), arakidat (20), behenat (22), lignoserat (24). Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak. Pada asam lemak tidak jenuh dapatdikelompokkan kedalam enam
Kebutuhan asam lemak pada ikanAsam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan. Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh. Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat, asam lemak linolenat, asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA). Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam, suhu dan makanan. Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut. Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak, walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%. Tetapi
dalam lemak pakan harusdiperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya. Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati, keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel.. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon), kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 . Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 - 1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan, sedangkan, rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%. Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam
komposisii pakannya. Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3), asam linoleat ( 18:2n-6), asam eocosapentaenoat ( EPA, 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA, 22: 6n-3). Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya. Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas. Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. Pada ikan karper (Cyprinus carpio), salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari
kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica). Pada ikan budidaya air panas yang lain.,membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3, tetapi pada level 0,5%.Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0,5% . Asam lemak n-3 (n-3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo), dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata). Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan,
sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena, 2002). Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemakantara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaikdidapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid. Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0,5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1,0. Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%. Pada juveniludang windu (Penaeus monodon), sekitar 2,6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi
18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan. Kemudian, spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya. Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah, hal ini dikarenakan EFA berperan penting
pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang, maka telur yang dihasilkan memiliki daya tetas yang rendah. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal. Dengan adanya perubahan bentuk tubuh, kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan
emulsi oleh asam empedu danlecithin dalam empedu. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Berdasarkan studi secara invitro pada ikan layang, ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan, seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus. Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk
triglyserida. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron, yaitu komplek koloid yang besarnya 0,5 – 1,5 ,Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi. Rantai panjang asam lemak, gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan. Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar, asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi.
PROTEIN, asam LEMAK, enzim, hormon,vitamin, LIPID
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:200
Lipid adalah senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air tetapi dapat diekstraksi dengan pelarut nonpolar seperti kloroform, eter dan benzena. Senyawa organik ini terdapat didalam sel dan berfungsi sebagai sumber energi metabolisme dan sebagai sumber asam lemak esensial yang mempunyai fungsi specifik dalam tubuh seperti untuk struktur sel dan pemeliharaan integritas membran-membran yang hidup. Fungsi lain dari lipid antara lain adalah sebagai komponen utama struktur sel, penyimpan bahan bakar metabolik, untuk mengangkut bahan bakar, sebagai pelindung dinding sel dan juga sebagai komponen pelindung kulit vertebrata. Lipid terdiri dari lemak, minyak, malam dan senyawa-senyawa lain yang ada hubungannya. Lipid merupakan komponen penting
dalam pakan ikan karena lipid dapatdijadikan sebagai sumber energi bagi ikan selain protein dan karbohidrat. Lipid berbeda dengan lemak. Perbedaan antara lemak dan minyak adalah pada titik cairnya, lemak cenderung lebih tinggi titik cairnya, molekulnya lebih berat dan rantai molekulnya lebih panjang. Oleh karena itu lipid merupakan salah satu sumber asam lemak essensial yang tidak bisa di sentesa oleh ikan. Sebagai sumber energi, lipid telah ditunjukan untuk memberikan beberapa protein untuk pertumbuhan. Lipid juga sumber penting sterol, phospolipid, dan vitamin lemak yang dapat larut. Asam lemak dari lipid mungkin juga bertindak sebagai pendahuluan pada steroid hormon dan prostaglandin.
Fungsi umum dari lipid
Fungsi yang umum adalah: Sumber energi berkenaan dengan metabolisme, adenosine triphosphate (ATP). Kandungan energi lipid berisi kira-kira dua kali lebih dari energi protein dan karbohidrat. Sumber dari asam lemak esensial (EFA) yang penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. EFA tidak bisa disintesis oleh organisme air dan akan disintesis jika jumlahnya tidak cukup untuk pertumbuhan dan harus disediakan pada pakan ikan,
misalnya : asam arachidonik(ARA), asam eicosapentaenoie (EPA), dan asam decosahexaenoic (DHA) adalah asam lemak esensial yang sangat penting di dalam pakan ikan dan krustasea. Komponen sellular yang penting dan selaput subsellular, misalnya: phospholipid dan asam lemak polyunsurated (PUFA). Sumber steroid yang melaksanakan fungsi penting seperti pemeliharaan sistem selaput, transportasi lipid dan prekursor dari hormon steroid. Asam lemak Salah satu unsur penting dari lipid adalah asam lemak. Asam lemak ini ada juga yang menyebutkan sebagai lipid dengan makna fisiologis. Berdasarkan kandungan unsurnya asam lemak mempunyai rumusan yang umum yaitu CH3 (CH2)n COOH , dimana: n variasi dari 0 sampai ke 24 dan pada umumnya suatu bilangan genap. Asam lemak diberi suatu nama umum disamping formulasi
bahan kimianya dan singkatan stenografi. Di dalam tatanama asam lemak, sebuah asam lemak di indentifikasi dengan formula: A:B n-3, A:B n-6, A:B n-9, kadang-kadang ditulis dengan huruf ?? (omega) dimana, A adalah banyaknya atom carbon dan banyaknya ikatan ganda, n-3, n-6, n-9 adalah posisi ikatan ganda dari metil berakhir pada asam lemak. Sebagai contoh tujuan kuatitatif untuk palmitoleic atau asam hexadecenoic adalah 16:l n-7 yang ini berarti bahwa asam palmitoleic mempunyai 16 karbon dan berisi pada ikatan rangkap terdapat pada posisi karbon ketujuh karbon. Berdasarkan jumlah ikatan rangkap pada asam lemak maka asam lemak dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap. Asam lemak jenuh terdiri
dari unsur Carbon dari 1 – 24 yaitu format (1), asetat (2), propionat (3), butirat (4), valerat (5), kaproat (6), kaprilat/oktanoat (8), kaprat/dekanoat (10), laurat (12), miristat (14), palmitat (16), stearat (18), arakidat (20), behenat (22), lignoserat (24). Angka yang terdapat didalam kurung merupakan jumlah atom Carbon yang terdapat pada unsur asal lemak. Pada asam lemak tidak jenuh dapatdikelompokkan kedalam enam
Kebutuhan asam lemak pada ikanAsam lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan budidaya adalah asam lemak essensial yaitu asam lemak yang sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan namun tubuh (hati) kurang mampu mensisntesisinya oleh karena itu harus disuplai dari pakan. Sedangkan asam lemak essensial yaitu asam lemak yang dapat disintesa oleh tubuh. Asam lemak essesial (Essensial Fatty Acid/EFA) yang sangat diperlukan ikan terdiri dari asam lemak linoleat, asam lemak linolenat, asam lemak Eicosapentanoat (EPA) dan asam lemak Dokosaheksanoat (DHA). Komposisi asam lemak di dalam ikan adalah cenderung dipengaruhi oleh faktor seperti kadar garam, suhu dan makanan. Selain itu kebutuhan asam lemak essensial untuk setiap jenis ikan berbeda antar spesies terutama antara ikan air tawar dan air laut. Komposisi lemak tubuh sangat dipengaruhi oleh pakan ikan yang mengandung lemak, walaupun penambahan lemak pada pakan sebaiknya tidak lebih 18%. Tetapi
dalam lemak pakan harusdiperhatikan apakah terdapat komposisi asam lemak essensialnya. Sumber lemak bagi ikan dapat berasal dari berbagai bahan pakan yaitu minyak hewani atau minyak nabati, keduanya telah ditemukan dan bisa digunakan dalam makanan ikan. Komposisi asam lemak dari berbagai bahan baku pakan ikan dapat dilihat pada Tabel.. Jika dibandingkan dengan minyak nabati lain atau lemak minyak ikan mengandung berbagai macam asam lemak unsaturated pada rantai karbon panjang (20 atau 22 panjangnya rantai karbon), kebanyakan dari sumber hewani memliki asam lemak dari kelompok n-3 . Rantai panjang n-3 asam lemak biasanya menyusun 1/4 - 1/3 semua asam lemak di dalam minyak ikan, sedangkan, rantai panjang asam lemak di dalam kebanyakan minyak nabati jarang melebihi 5% dan sering kurang dari 1%. Kebutuhan lipid berkenaan dengan aturan makan ikan dapat diperoleh dari profil asam Ikan memerlukan asam lemak dari kelompok n-3 dan n-6 dalam
komposisii pakannya. Jenis asam lemak yang sangat diperlukan bagi ikan budidaya adalah asam linolenat ( 18:3n-3), asam linoleat ( 18:2n-6), asam eocosapentaenoat ( EPA, 20:5n-3) dan asam docosahexaenoat ( DHA, 22: 6n-3). Kekurangan asam lemak essensial pada komposisi pakan ikan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan dan kondisi kekurangan asam lemak essensial dalam waktu yang brekepanjangan akan menyebabkan kematian ikan budidaya. Asam lemak essensial ( EFA) kebutuhan sangat berbeda antara satu jenis ikan dengan jenis ikan yang lainnya seperti telah dijelaskan pada Tabel diatas. Pada jenis ikan rainbow trout (Oncorhynchus mykiss) memerlukan sekitar 1% 18:3n-3 dalam pakannya Kombinasi 18:3n-3 dan 18:2n-6 dalam berbagai proporsi tidak meningkatkan laju pertumbuhan atau konversi pakan ikan laut. Pada ikan karper (Cyprinus carpio), salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang paling lama dibudidayakan di dunia memerlukan jenis asam lemak dari
kelompok kedua-duanya yaitu: 18:2n-6 dan 18: 3n-3. Selain itu komposisi asam lemak dapat memberikan pertambahan berat badan yang terbaik dan konversi pakan yang baik dengan komposisi asam lemak campuran dari1% 18:2n-6 dan 1% 18:3n-3 pada ikan belut (Anguilla japonica). Pada ikan budidaya air panas yang lain.,membutuhkan antara 18:2n-6 dan 18:3n-3, tetapi pada level 0,5%.Pada ikan Herbivora didaerah tropis seperti Nila tilapia (Tilapia nilotica) membutuhkan asam lemak n-6 ataupun lebih dari n-3. kebutuhan asam lemak dalam komposisi pakan berkisar antara 18:2n-6 atau 20:4n-6 sebanyak 0,5% . Asam lemak n-3 (n-3 HUFA) adalah asam lemak esensial dari beberapa ikan air laut seperti red sea bream (Chrysophyrs majo), dan ikan buntut kuning (Seriola quinquerodiata). Kebutuhan asam lemak polyunsaturated rantai yang panjang harus diberikan untuk menambah atom karbon atau melepas hidrogen dari pakan,
sebagian besar ikan air laut air diperairan dingin membutuhkan asam lemak n-3 (Millamena, 2002). Penelitian tentang asam lemak esensial dibutuhkan untuk ikan air panas dan spesies ikan di filiphina menunjukkan bahwa beberapa spesies membutuhkan asam lemakantara n-3 dan n-6 sementara lainnya hanya n-3. Pada ikan bandeng yang di budidayakan pada air laut dibutuhkan n-3 HUFA dan pertumbuhan yang terbaikdidapatkan dengan menggunakan antara linolenic (18:3n-3) atau n-3 HUFA sebagai sumber lipid. Ikan laut kakap pada stadia juvenil membutuhkan antara n-3 dan n-6 PUFA dengan kadar 0,5% dalam komposisi pakannya atau pada perbandingan n-3/n-6 dengan rasio 1,0. Ikan Grouper membutuhkan n-3 HUFA sekitar 1%. Pada juveniludang windu (Penaeus monodon), sekitar 2,6% dari komposisi pakan PUFAnya dapat meningkatkan pertumbuhan sedangkan komposisi
18:2n-6 lebih besar daripada 5% memiliki efek negatif pada pertumbuhan. Kemudian, spesies yang berbeda membutuhkan EFA yang berbeda dan perbedaan lebih jelas pada ikan air panas dari pada ikan air dingin. Lemak pakan yang kekurangan asam lemak essensial akan memberikan dampak negatif bagi ikan budidaya. Hal ini dikarenakan lemak pakan yang tidak mengandung EFA akan mengakibatkan penurunan kandungan lemak pada hepatopankreas ikan carp. Akumulasi lemak pada hati hewan yang kekurangan EFA dapat mengganggu biosintesis lipoprotein. Selain itu berdasarkan hasil penelitian dari Watanabe (1988) kekurangan EFA akan sangat berpengaruh terhadap spawning/pemijahan rainbowtrout dan seabream merah, hal ini dikarenakan EFA berperan penting
pada fisiologi reproduksi sebagai tokoferol pada ikan. Selain itu pada rainbowtrout dewasa yang memakan lemak kekurangan EFA pada usia tiga bulan sebelum telur matang, maka telur yang dihasilkan memiliki daya tetas yang rendah. Dengan memberikan EFA sebanyak 1% yaitu asam lemak linoleat ternyata kondisi penetasan telur dapat ditingkatkan. Dampak negatif lainnya jika kekurangan EFA pada telur ikan yang telah dibuahi maka akan terjadi perubahan bentuk/deformasi tubuh dan larva menjadi abnormal. Dengan adanya perubahan bentuk tubuh, kecacatan larva maka pertumbuhan ikan tersebut akan terlambat. Biosintesis Asam lemak Lemak yang dikonsumsi oleh ikan akan dicerna didalam lambung akan dihidrolisis menjadi monogliserida dan asam lemak bebas dengan bantuan enzim lipase dan ditambah dengan proses saponifikasi dan
emulsi oleh asam empedu danlecithin dalam empedu. Akhir hidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak. Berdasarkan studi secara invitro pada ikan layang, ikan cod dan rainbow trout enzim lipase akan menghidrolisis triaslglyserol menjadi 2-monoasilglyserol dan asam lemak bebas. Hidrolisis 2-monoasilglyserol selanjutnya akan membentuk glyserol dan asam lemak bebas. Setelah dicerna selanjutnya akan dilakukan penyerapan, seperti diketahui bahwa asam lemak merupakan produk yang tidak larut dalam air maka asam lemak yang lebih rendah dan kolin akan diserap langsung didalam mukosa usus halus. Monogliserida dan asam lemak yang tidak larut diemulsi dan dilarutkan membentuk komplek koloid yaitu misel yang masuk kedalam sel epitel. Monogliserida disintesis disel berepitel membentuk
triglyserida. Triglyserida dan sedikit fosfolipid dan kolesterol bebas akan berkombinasi membentuk Chylomicron, yaitu komplek koloid yang besarnya 0,5 – 1,5 ,Chylomicron ini diserap kedalam sistem lipatik dan selanjutnya lewat melalui kantong torakic menjadi sistem yang sistemik dan dengan cepat diangkut oleh hati dan jaringan untuk katabolisme dan cadangan energi. Rantai panjang asam lemak, gabungan triglyserida dilakukan penyimpanan pada suhu yang lama dalam bentuk energi dalam lemak atau jaringan adipose hewan. Ketika energi diperlukan dalam jumlah besar, asam lemak dipecahkan untuk menghasilkan energi.
PROTEIN, asam LEMAK, enzim, hormon,vitamin, LIPID
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:200
PROTEIN % PAKAN
Kebutuhan protein pada ikan
Protein didalam tubuh sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan, pembentukan jaringan, penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Kebutuhan protein dalam pakan
secara langsung dipengaruhi oleh jumlah dan jenis-jenis asam amino essensial, kandungan protein yang dibutuhkan, kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan (Lovel, 1989). Protein dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika kebutuhan energi dari lemak dan
karbohidrat tidak mencukupi dan juga sebagai penyusun utama enzim, hormon dan antibodi. Oleh karena itu
pemberian protein pada pakan ikan harus pada batas tertentu agar dapat memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan dan efisiensi pakan yang tinggi. Selain itu protein sangat penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam semua sel hidup dan berperan sebagai instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik, unsur struktural didalam sel dan jaringan. Protein yang dibutuhkan
ikan bersumber dari berbagai macam bahan dimana kualitas protein bahan bergantung pada komposisi asam amino. Jumlah kebutuhan protein maksimum merupakan tingkat kualitas protein yang tinggi dalam kandungan pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan maksimum. Untuk menentukan kebutuhan protein suatu jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian pakan yang
akan membantu dalam penggunaan uji kandungan protein dari sumber yang nilai biologinya tinggi. Respon yang akan memberikan keuntungan dan daya tahan paling tinggi biasanya diperoleh dari komposisi pakan ikan terbaik. Protein yang terdapat dalam jaringan tubuh ikan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kebutuhan protein. Cara ini dilakukan dengan menganalisis kandungan nitrogen dalam jaringan dengan interval dua minggu sampai tidak ada penurunan nitrogen yang tertahan pada jaringan.
Jumlah kandungan protein yang minimal dari suatu pakan untuk menghasilkan pertumbuhan maksimum sangat bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Berdasarkan penelitian beberapa spesies ikan kebutuhan kandungan protein pada ikan budidaya berkisar dari 27% sampai 60%. Sumber protein tinggi untuk ikan dapat diperoleh pada beberapa bahan baku antara lain adalah telor utuh, kasein, kombinasi kasein dan agar-agar. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein
untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis, ukuran ikan atau umur, temperatur air, protein yang berkualitas seperti yang telah dikemukanan sebelumnya dengan mengetahui komposisi asam amino. Ikan yang berukuran lebih kecil mempunyai kebutuhan protein lebih tinggi dibanding ikan yang lebih tua pada jenis ikan yang sama itu.
Kebutuhan protein pada ikan, PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, asam amino essensial, pakan ikan
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
Protein didalam tubuh sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan, pembentukan jaringan, penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Kebutuhan protein dalam pakan
secara langsung dipengaruhi oleh jumlah dan jenis-jenis asam amino essensial, kandungan protein yang dibutuhkan, kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan (Lovel, 1989). Protein dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika kebutuhan energi dari lemak dan
karbohidrat tidak mencukupi dan juga sebagai penyusun utama enzim, hormon dan antibodi. Oleh karena itu
pemberian protein pada pakan ikan harus pada batas tertentu agar dapat memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan dan efisiensi pakan yang tinggi. Selain itu protein sangat penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam semua sel hidup dan berperan sebagai instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik, unsur struktural didalam sel dan jaringan. Protein yang dibutuhkan
ikan bersumber dari berbagai macam bahan dimana kualitas protein bahan bergantung pada komposisi asam amino. Jumlah kebutuhan protein maksimum merupakan tingkat kualitas protein yang tinggi dalam kandungan pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan maksimum. Untuk menentukan kebutuhan protein suatu jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian pakan yang
akan membantu dalam penggunaan uji kandungan protein dari sumber yang nilai biologinya tinggi. Respon yang akan memberikan keuntungan dan daya tahan paling tinggi biasanya diperoleh dari komposisi pakan ikan terbaik. Protein yang terdapat dalam jaringan tubuh ikan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kebutuhan protein. Cara ini dilakukan dengan menganalisis kandungan nitrogen dalam jaringan dengan interval dua minggu sampai tidak ada penurunan nitrogen yang tertahan pada jaringan.
Jumlah kandungan protein yang minimal dari suatu pakan untuk menghasilkan pertumbuhan maksimum sangat bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Berdasarkan penelitian beberapa spesies ikan kebutuhan kandungan protein pada ikan budidaya berkisar dari 27% sampai 60%. Sumber protein tinggi untuk ikan dapat diperoleh pada beberapa bahan baku antara lain adalah telor utuh, kasein, kombinasi kasein dan agar-agar. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein
untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis, ukuran ikan atau umur, temperatur air, protein yang berkualitas seperti yang telah dikemukanan sebelumnya dengan mengetahui komposisi asam amino. Ikan yang berukuran lebih kecil mempunyai kebutuhan protein lebih tinggi dibanding ikan yang lebih tua pada jenis ikan yang sama itu.
Kebutuhan protein pada ikan, PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, asam amino essensial, pakan ikan
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
ASAM AMINO
Kebutuhan asam amino essensial
dalam pakan ikan
Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi ikan yang dibudidayakan dalam suatu wadah budidaya. Fungsi utama pakan ini adalah sebagai
penyedia energi bagi aktifitas sel-sel tubuh. Dalam tubuh ikan energi yang berasal dari pakan dipergunakan untuk proses hidupnya
yaitu tumbuh, berkembang dan bereproduksi. Dalam tubuh ikan berisi sekitar 65-75% protein pada suatu basis berat kering. Protein
sangat menentukan dalam menyusun formulasi pakan ikan. Asam amino yang berasal dari protein ini sangat diperlukan olehberbagai sel untuk membangun dan
memperbaiki jaringan rusak. Kelebihan Asam amino digunakan sebagai sumber energi atau dikonversi ke lemak. Informasi
tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dandata tentang kebutuhan asam amino
untuk setiap ikan penting karena mutu protein sangat bergantung kepada komposisi asam amino nya dan penyerapannya. Penentuan
tentang kebutuhan asam aminosangat penting karena akan sangat membantu dalam melakukan perancangan diet uji amino yang digunakan untuk menentukan kebutuhan asam amino yang diperlukan bagi ikan. Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien
lainnya, misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan
tubuh. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh,
pengaturan keseimbangan asam basa, pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. Oleh
karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus
menerus yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. Melalui sistem peredaran darah,
asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya. Pertumbuhan somatik, pertumbuhan
kelanjar reproduksi, perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang
rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari
pakan ikan yang dikonsumsi. Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan
membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam aminoesensial dan non esensial. Protein yang dibutuhkan ikan
dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan, temperatur air, kecepatan pemberian
pakan, ketersediaan dan kualitas pakan alami, kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan
dari pakan dan kualitas protein. Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino
esensial dalam proteinnya juga rendah. Pemilihan bahan dan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan
akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan tak esensial. Ikan dapat tumbuh
normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino
dalam tubuhnya. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan
dapat memacu pertumbuhan ikan. Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein
yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. Oleh karena itu agar
ikan dapat tumbuh secara normal, pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk
memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru. Keseimbangan antara energi dan
kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan, karena apabila kebutuhan energi kurang, maka
protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat
pertumbuhan ikan, mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. Pemberian pakan yang tepat dengan
kisaran nilai kalori/energi yang memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ikan dan dengan kandungan gizi yang lengkap akan
dapat meningkatkan nilai retensi protein. Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein
yang diberikan, yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun ataupun memperbaiki sel-sel tubuh
yang rusak, serta dimanfaatkan bagi metabolisme sehari-hari. Dalam proses pencernaan, protein
akan dipecah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana yaitu asam amino dan dipeptida. Ada dua jenis
enzim yang terlibat dalam proses pencernaan protein, yaitu enzim endopeptidase yang berfungsi
memutuskan ikatan peptida pada rantai polipeptida dan enzim eksopeptidase yang berfungsi
memutuskan gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) yang dimiliki protein. Asam amino
dan dipeptida dapat masuk kedalam aliran darah dengan cara transpot aktif. Kualitas protein berbeda-beda
tergantung pada jenis dan jumlah asam amino penyusunannya. Penentuan kualitas protein dapat
dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino esensial yang dikandung bahan makanan dengan
standar kebutuhan asam amino esensial pada hewan uji. Persentase terendah dari kandungan asam amino esensial pada makanan
terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam amino. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial
pembatas adalah asam amino esensial yang mempunyai presentase terendah yang terkandung dalam suatu protein
bahan makanan. Dalam penyusunan komposisi bahan-bahan pembuat pakan ikan, harus diperhitungkan terlebih dahulu
kelengkapan asam amino esensial pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial
dan non esensial. Kebutuhan setiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial berbedabeda,
sehingga perlu dipertimbangkan adanya keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan non esensial yang
terkandung pada protein bahan dasar pembuat pakan ikan tersebut.Tidak semua bahan makanan yang
merupakan sumber protein hewani maupun nabati mengalami defisiensi asam amino yang sama. Oleh
karena itu, defisiensi pada salah satu asam amino pada suatu bahan dapat disubstitusi dengan asam amino
yang sama dari bahan yang berbeda. Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan
optimal ikan muda. Disamping berperan dalam sintesia protein, arginin juga berperan dalam biosintesis urea.
Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Histidin diperlukan
untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Perubahan-perubahan konsentrasi isoleisin, leusin dan valin dalam
serum dipengaruhi oleh peningkatan kadar protein pakan. Peningkatan konsentrasi dari salah satu asam
amino berantai cabang ini, misalnya leusin, akan memberikan pengaruh pada konsentrasi isoleisin dan valin
dalam serum. Pengamatan ini memberikan indikasi leisin mungkin mampu mempermudah jaringan tubuh dalam menyerap asam-asam
amino berantai cabang. Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati. Defisiensi lisin dalam pakan
ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis), yang apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya
pertumbuhan. Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin, urea dan amonia. Ketika terjadi
degradasi arginin, maka penggunaan lisin akan meningkat. Metionin (essensial) dan sistein (non
essensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin
yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal. Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan
kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna. Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa
bahan makanan sumber protein nabati. Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout.
Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip
sehingga keduanya bisa saling menggantikan. Fenil alanin dantirosin diklasifikasikan sebagai asam
amnino aromatik. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein
dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan. Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi tirosin
atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yangdiperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut. Oleh karena itu untuk menentukan kebutuhan asam
amino aromatik khususnya fenil alanin, dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa
tirosin atau berkadar tirosin rendah. Triptofan merupakan asam aminopembatas dalam bahan makanan
sumber protein nabati. Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis
sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor, kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata.
Selain menyebabkan penyakit pada mata, defisiensi triptopan juga akan meningkatkan kadar kalsium, magnesium, sodium dan potasium dalam ginjal dan hati ikan. Kebutuhan asam amino essensial
dan nonessensial pada ikan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku pembuatan pakan. Hal ini dapatmengakibatkan kekurangan asam
amino esensial yang disebabkan oleh penggunaan komposisi pakan yang kandungan proteinnya sedikit
atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Dapat juga disebabkan adanya bahan kimia
yang dapat mempengaruhi komposisi pakan, pemanasan yang berlebih saat pembuatan pakan dan penguapan dari pakan tersebut.
Ketidakseimbangan asam amino kaitannya dengan asam amino yang saling bertentangan atau asam
amino yang berbahaya yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada ikan tidak optimal. Pertentangan asam amino terjadi ketika asam amino yang diberikan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan asam amino lain yang serupa. Contohnya adalah pertentangan leucin dengan isoleucin dan arginin dengan lisin yang diamati pada
beberapa jenis ikan. Asam amino bersifat racun apabila diberikan dengan jumlah yang berlebih. Efek negatif yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki dengan penambahan asam amino ke dalam komposisi
pakan. Di dalam perumusan komposisi pakan, komposisi pakan yang direkomendasikan tentang asam amino esensial harus dengan hatihati dalam memilih dan mengkombinasikan dua atau lebih
sumber protein. Keterbatasan kandungan asam amino dalam salah satu sumber asam amino dapat dilengkapi dengan sumber lain yang
melimpah dengan kandungan asam amino yang sama sehingga menjadi suatu pakan ynag lebih baik. Cara lain untuk mengetahui kebutuhan
asam amino esensial dari suatu organisme adalah dengan penambahan pada komposisi pakan dengan asam amino L kristal.
Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil dengan penggunaan pakan yangmengandung air stabil sehingga
dapat menghemat penggunaan pengikat atau memanfaatkannya dalam praktek pemberian pakan. Sejauh ini kebutuhan asam amino
Kebutuhan asam amino pada ikanseperti tabel diatas diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Menurut
Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan apakah suatu asam amino tersebut termasuk dalam kelompok asam
amino essensial dan non essensial yaitu: Metoda pertumbuhan & Metoda radio isotop. Metoda pertumbuhan digunakan oleh
Halver (1957) untuk mengetahui penggunaan satu rangkaian asam amino diet uji yang berisi kristal Lamino sebagai sumber nitrogen.
Pakan dirumuskan berdasarkan pada pola asam amino seperti protein telor ayam utuh, protein telor ikan Chinook, atau kantung kuning
telur ikan Chinook. Untuk sepuluh amino, percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan menggunakan pakan dasar yang
berisi semua asam amino dan pakan uji yang tidak mengandung asam amino. Ikan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap dua
kali untuk mengukur pertumbuhan dan mengetahui pengaruh pakan uji tersebut. Selain itu sampel ikan uji
juga diberi pakan yang kekurangan asam amino untuk melihat pertumbuhan yang terjadi dan dibandingkan dengan ikan yang
diberi pakan dengan asam amino yang lengkap, setelah itu penyelidik menggunakan suatu diet test serupa untuk menentukan asam amino esensial yang lain pada ikan. Pada Metoda rasio isotop yang
digunakan oleh Cowey et al. (1970), ikan uji disuntik secara intraperitoneal dengan menggunakan
radio aktif yang diberi label 14C glukosa dan dibiarkan hidup dengan mengkonsumsi pakan alami selama 7 hari. Ikan uji kemudian dimatikan
dan dibuat larutan yang homogen dan melakukan isolasi protein. Dari hasil isolasi tersebut kemudian
protein tersebut dilakukan hidrolisasi dan asam amino yang diperoleh dipisahkan dengan menggunakan
peralatan chromatografi dan menghitung radio aktifitas.
PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, asam amino essensial, pakan ikan
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
dalam pakan ikan
Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi ikan yang dibudidayakan dalam suatu wadah budidaya. Fungsi utama pakan ini adalah sebagai
penyedia energi bagi aktifitas sel-sel tubuh. Dalam tubuh ikan energi yang berasal dari pakan dipergunakan untuk proses hidupnya
yaitu tumbuh, berkembang dan bereproduksi. Dalam tubuh ikan berisi sekitar 65-75% protein pada suatu basis berat kering. Protein
sangat menentukan dalam menyusun formulasi pakan ikan. Asam amino yang berasal dari protein ini sangat diperlukan olehberbagai sel untuk membangun dan
memperbaiki jaringan rusak. Kelebihan Asam amino digunakan sebagai sumber energi atau dikonversi ke lemak. Informasi
tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dandata tentang kebutuhan asam amino
untuk setiap ikan penting karena mutu protein sangat bergantung kepada komposisi asam amino nya dan penyerapannya. Penentuan
tentang kebutuhan asam aminosangat penting karena akan sangat membantu dalam melakukan perancangan diet uji amino yang digunakan untuk menentukan kebutuhan asam amino yang diperlukan bagi ikan. Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien
lainnya, misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan
tubuh. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh,
pengaturan keseimbangan asam basa, pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. Oleh
karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus
menerus yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. Melalui sistem peredaran darah,
asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya. Pertumbuhan somatik, pertumbuhan
kelanjar reproduksi, perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang
rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari
pakan ikan yang dikonsumsi. Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan
membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam aminoesensial dan non esensial. Protein yang dibutuhkan ikan
dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan, temperatur air, kecepatan pemberian
pakan, ketersediaan dan kualitas pakan alami, kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan
dari pakan dan kualitas protein. Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino
esensial dalam proteinnya juga rendah. Pemilihan bahan dan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan
akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan tak esensial. Ikan dapat tumbuh
normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino
dalam tubuhnya. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan
dapat memacu pertumbuhan ikan. Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein
yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. Oleh karena itu agar
ikan dapat tumbuh secara normal, pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk
memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru. Keseimbangan antara energi dan
kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan, karena apabila kebutuhan energi kurang, maka
protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat
pertumbuhan ikan, mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. Pemberian pakan yang tepat dengan
kisaran nilai kalori/energi yang memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ikan dan dengan kandungan gizi yang lengkap akan
dapat meningkatkan nilai retensi protein. Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein
yang diberikan, yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun ataupun memperbaiki sel-sel tubuh
yang rusak, serta dimanfaatkan bagi metabolisme sehari-hari. Dalam proses pencernaan, protein
akan dipecah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana yaitu asam amino dan dipeptida. Ada dua jenis
enzim yang terlibat dalam proses pencernaan protein, yaitu enzim endopeptidase yang berfungsi
memutuskan ikatan peptida pada rantai polipeptida dan enzim eksopeptidase yang berfungsi
memutuskan gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) yang dimiliki protein. Asam amino
dan dipeptida dapat masuk kedalam aliran darah dengan cara transpot aktif. Kualitas protein berbeda-beda
tergantung pada jenis dan jumlah asam amino penyusunannya. Penentuan kualitas protein dapat
dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino esensial yang dikandung bahan makanan dengan
standar kebutuhan asam amino esensial pada hewan uji. Persentase terendah dari kandungan asam amino esensial pada makanan
terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam amino. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial
pembatas adalah asam amino esensial yang mempunyai presentase terendah yang terkandung dalam suatu protein
bahan makanan. Dalam penyusunan komposisi bahan-bahan pembuat pakan ikan, harus diperhitungkan terlebih dahulu
kelengkapan asam amino esensial pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial
dan non esensial. Kebutuhan setiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial berbedabeda,
sehingga perlu dipertimbangkan adanya keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan non esensial yang
terkandung pada protein bahan dasar pembuat pakan ikan tersebut.Tidak semua bahan makanan yang
merupakan sumber protein hewani maupun nabati mengalami defisiensi asam amino yang sama. Oleh
karena itu, defisiensi pada salah satu asam amino pada suatu bahan dapat disubstitusi dengan asam amino
yang sama dari bahan yang berbeda. Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan
optimal ikan muda. Disamping berperan dalam sintesia protein, arginin juga berperan dalam biosintesis urea.
Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Histidin diperlukan
untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Perubahan-perubahan konsentrasi isoleisin, leusin dan valin dalam
serum dipengaruhi oleh peningkatan kadar protein pakan. Peningkatan konsentrasi dari salah satu asam
amino berantai cabang ini, misalnya leusin, akan memberikan pengaruh pada konsentrasi isoleisin dan valin
dalam serum. Pengamatan ini memberikan indikasi leisin mungkin mampu mempermudah jaringan tubuh dalam menyerap asam-asam
amino berantai cabang. Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati. Defisiensi lisin dalam pakan
ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis), yang apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya
pertumbuhan. Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin, urea dan amonia. Ketika terjadi
degradasi arginin, maka penggunaan lisin akan meningkat. Metionin (essensial) dan sistein (non
essensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin
yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal. Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan
kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna. Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa
bahan makanan sumber protein nabati. Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout.
Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip
sehingga keduanya bisa saling menggantikan. Fenil alanin dantirosin diklasifikasikan sebagai asam
amnino aromatik. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein
dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan. Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi tirosin
atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yangdiperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut. Oleh karena itu untuk menentukan kebutuhan asam
amino aromatik khususnya fenil alanin, dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa
tirosin atau berkadar tirosin rendah. Triptofan merupakan asam aminopembatas dalam bahan makanan
sumber protein nabati. Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis
sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor, kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata.
Selain menyebabkan penyakit pada mata, defisiensi triptopan juga akan meningkatkan kadar kalsium, magnesium, sodium dan potasium dalam ginjal dan hati ikan. Kebutuhan asam amino essensial
dan nonessensial pada ikan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku pembuatan pakan. Hal ini dapatmengakibatkan kekurangan asam
amino esensial yang disebabkan oleh penggunaan komposisi pakan yang kandungan proteinnya sedikit
atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Dapat juga disebabkan adanya bahan kimia
yang dapat mempengaruhi komposisi pakan, pemanasan yang berlebih saat pembuatan pakan dan penguapan dari pakan tersebut.
Ketidakseimbangan asam amino kaitannya dengan asam amino yang saling bertentangan atau asam
amino yang berbahaya yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada ikan tidak optimal. Pertentangan asam amino terjadi ketika asam amino yang diberikan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan asam amino lain yang serupa. Contohnya adalah pertentangan leucin dengan isoleucin dan arginin dengan lisin yang diamati pada
beberapa jenis ikan. Asam amino bersifat racun apabila diberikan dengan jumlah yang berlebih. Efek negatif yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki dengan penambahan asam amino ke dalam komposisi
pakan. Di dalam perumusan komposisi pakan, komposisi pakan yang direkomendasikan tentang asam amino esensial harus dengan hatihati dalam memilih dan mengkombinasikan dua atau lebih
sumber protein. Keterbatasan kandungan asam amino dalam salah satu sumber asam amino dapat dilengkapi dengan sumber lain yang
melimpah dengan kandungan asam amino yang sama sehingga menjadi suatu pakan ynag lebih baik. Cara lain untuk mengetahui kebutuhan
asam amino esensial dari suatu organisme adalah dengan penambahan pada komposisi pakan dengan asam amino L kristal.
Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil dengan penggunaan pakan yangmengandung air stabil sehingga
dapat menghemat penggunaan pengikat atau memanfaatkannya dalam praktek pemberian pakan. Sejauh ini kebutuhan asam amino
Kebutuhan asam amino pada ikanseperti tabel diatas diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Menurut
Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan apakah suatu asam amino tersebut termasuk dalam kelompok asam
amino essensial dan non essensial yaitu: Metoda pertumbuhan & Metoda radio isotop. Metoda pertumbuhan digunakan oleh
Halver (1957) untuk mengetahui penggunaan satu rangkaian asam amino diet uji yang berisi kristal Lamino sebagai sumber nitrogen.
Pakan dirumuskan berdasarkan pada pola asam amino seperti protein telor ayam utuh, protein telor ikan Chinook, atau kantung kuning
telur ikan Chinook. Untuk sepuluh amino, percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan menggunakan pakan dasar yang
berisi semua asam amino dan pakan uji yang tidak mengandung asam amino. Ikan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap dua
kali untuk mengukur pertumbuhan dan mengetahui pengaruh pakan uji tersebut. Selain itu sampel ikan uji
juga diberi pakan yang kekurangan asam amino untuk melihat pertumbuhan yang terjadi dan dibandingkan dengan ikan yang
diberi pakan dengan asam amino yang lengkap, setelah itu penyelidik menggunakan suatu diet test serupa untuk menentukan asam amino esensial yang lain pada ikan. Pada Metoda rasio isotop yang
digunakan oleh Cowey et al. (1970), ikan uji disuntik secara intraperitoneal dengan menggunakan
radio aktif yang diberi label 14C glukosa dan dibiarkan hidup dengan mengkonsumsi pakan alami selama 7 hari. Ikan uji kemudian dimatikan
dan dibuat larutan yang homogen dan melakukan isolasi protein. Dari hasil isolasi tersebut kemudian
protein tersebut dilakukan hidrolisasi dan asam amino yang diperoleh dipisahkan dengan menggunakan
peralatan chromatografi dan menghitung radio aktifitas.
PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, asam amino essensial, pakan ikan
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
Labels:
apa itu protein,
asam amino essensial,
asam nukleat,
ENZIM,
hormon,
PAKAN IKAN,
Protein,
vitamin
KARBOHIDRAT
Karbohidrat merupakan salah satumakro nutrien dan menjadi
sumber energi utama pada manusia dan hewan darat. Pada ikan, tingkat
pemanfaatn karbohidrat dalam pakan umumnya rendah pada khususnya
hewan karnivora, karena pada ikan sumber energi utama adalah
protein. Ikan karnivora lebih sedikit mengkonsumsi karbohidrat
dibandingkan dengan omnivora dan herbivora. Selain itu ikan yang hidup
diperairan tropis dan air tawar biasanya lebih mampu memanfaatkan karbohidrat daripada
ikan yang hidup diperairan dingin dan air laut. Ikan laut biasanya lebih
menggunakan protein dan lemak sebagai sumber energi daripada karbohidrat, tetapi peranan
karbohidrat dalam pakan ikan sangat penting bagi kehidupan dan
pertumbuhan ikan. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa
ikan yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi tanpa
karbohidrat dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan dan
retensi protein tubuh. Selain itu pakan yang mengandung karbohidrat
terlalu sedikit akan menyebabkan terjadinya tingkat katabolisme protein
dan lemak yang tinggi untuk mensuplai kebutuhan energi ikan
dan menyediakan metabolisme lanjutan (intermedier) untuk sintesis
senyawa biologi penting lainnya, sehingga pemanfaatan protein untuk
pertumbuhan berkurang. Oleh karena itu pada komposisi pakan
ikan harus ada keseimbangan antara karbohidrat, protein dan lemak,
dimana ketiga nutrien tersebut merupakan sumber energi bagi ikan
untuk tumbuh dan berkembang. Karbohidrat merupakan senyawa
organik yang tersusun dari atom karbon (C), hidrogen (H) dan
Oksigen (O) dalam suatu perbandingan tertentu. Karbohidrat
berdasarkan analisa proksimat terdiri dari serat kasar dan bahan ekstrak
tanpa nitrogen. Karbohidrat biasanya terdapat pada tumbuhan termasuk
pada gula sederhana, kanji, selulosa, karet dan jaringan yang
berhubungan dan mengandung unsur C,H,O dengan rasio antara
hidrogen dan oksigen 2:1 yang hampir serupa dengan H2O dan
kemudian dinamakan ”karbohidrat”. Formula umum karbohidrat adalah
Cn (H2O)2. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan
protein yang mahal sebagai sumber energi. Selain itu karbohidrat
merupakan Protein sparing effect yang artinya karbohidrat dapat
digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein dimana
dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan
baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. Pemanfaatan
karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi
oleh aktivitas enzim dan hormon. Enzim dan hormon ini penting untuk
proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis, siklus
asam trikarboksilat, jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis dan
glikogenesis. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan
karbohidrat seperti kanji, zat tepung, agar-agar, alga, dan getah dapat
juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk
meningkatkan kestabilan pakan dalam air pada pakan ikan dan
udang. Pemanfaatan Karbohidrat Pakan oleh Ikan Karbohidrat pakan umumnya
berbentuk senyawa polisakarida, disakarida dan monosakarida.
Karbohidrat tersebut berasal dari tumbuhan (zat tepung, serat,
sellulosa dan fruktosa) dan dari hewan (mangsa) berbentuk glikogen.
Ikan tidak memiliki kelenjar air liur (salivary gland) sehingga proses
pencernaan karbohidrat pada ikan dimulai dibagian lambung.
Pencernaan karbohidrat secara intensif terjadi disegmen usus yaitu
dengan adanya enzim amilase pankreatik. Pada segmen usus,
amilum (zat tepung) dan glikogen akan dihidrolisis oleh enzim amilase
menjadi maltosa dan dekstrin, Kemudian maltosa dan dekstrin ini
akan dihidrolisa oleh enzim laktase atau sukrose menghasilkan
galaktosa, glukosa dan fruktosa. Pada dinding usus, galaktosa dan
fruktosa akan diubah menjadi glukosa. Dalam bentuk glukosa itulah
karbohidrat dapat diserap oleh dinding sel (enterosit) lalu masuk
kedalam pembuluh darah. Ikan tidak memiliki enzim pencerna
karbohidrat yang memadai di dalam saluran pencernaannya, sehingga
nilai kecernaan karbohidrat pakan umumnya rendah. Aktivitas enzim
amilase dalam menghidrolisa pati pada ikan omnivora seperti ikan
tilapia dan ikan mas lebih tinggi daripada ikan karnivora seperti ikan
rainbowtrout dan yellowtail. Nilai kecernaan karbohidrat ini sangat
dipengaruhi oleh sumber dan kadar karbohidrat dalam pakan serta jenis
dan ukuran ikan. Nilai kecernaan beberapasumber karbohidrat oleh
beberapa ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5.7 Karbohidrat yang
berstruktur kompleks memiliki nilai kecernaan yang rendah daripada
karbohidrat yang berstruktur sederhana. Perbedaan sumber pati
juga dapat menyebabkan perbedaan nilai kecernaan karbohidrat danbergantung juga pada rasio
amilosa/amilopektin. Dimana semakin tinggi rasio amilosa/
amilopektin maka kecernaan karbohidrat semakin tinggi. Beberapa
perlakuan yang biasa dilakukan pada saat membuat pakan ikan adalah
dengan melakukan pengukusan pati dimana dengan melakukan
pengukusan maka akan dapat meningkatkan nilai kecernaan dari
karbohidrat tersebut. Hal ini dikarenakan pengukusan dapat
menyebabkan sel-sel pati menjadi lunak dan pecah sehingga lebih
mudah dicerna.Karbohidrat berserat dalam wujud bahan kimia sangat sukar dicerna
oleh beberapa jenis ikan dan tidak membuat suatu kontribusi yang baik
kepada kebutuhan gizi ikan. Tingkatan kebutuhan serat kasar
dalam tubuh ikan diperlukan secara khas dan terbatas kurang dari 7%.
Ketersediaan berbagai formulasi karbohidrat pada komposisi nilai
yang gizi belum jelas, karbohidrat yang dapat dicerna (karbohidrat
dengan bobot molekul kecil dan panjang rantai lebih pendek sepertiglukosa). Pada ikan mas dan ikan air
tawar lainnya dapat memanfaatkan karbohidrat lebih efektif
dibandingkan dengan ikan air laut. Ikan air laut lebih efektif
menggunakan glukosa dan dekstrin sebagai sumber zat tepungnya.
Udang windu menggunakan zat tepung lebih baik dengan glukosa
dan dextrin. Kebutuhan optimum Karbohidrat Pakan Pertumbuhan ikan budidaya secara
maksimal dapat tercapai jika kondisi lingkungan pemeliharaan dan
makanan terjamin secara optimum. Fungsi utama karbohidrat sebagi
sumber energi di dalam pakan harus berada dalam kondisi yang seimbang
antara ketiga makro nutrien (protein, lemak dan karbohidrat). Pakan yang
mengandung karbohidrat terlalu tinggi dapt menyebabkan
menurunnya pertumbuhan ikan budidaya. Beberapa penelitian telah
menunjukkan pertumbuhan ikan dan tingkat efisiensi pakan yang rendah
bila kandungan karbohidrat dalam pakannya tinggi. Ikan sebagai organisme air kurang
mampu memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi utama dalam
pakannya dibandingkan dengan hewan darat dan manusia, namun
dari hasil beberapa penelitian hewan air seperti ikan masih sangat
membutuhkan karbohidrat dalam komposisi pakannya. Pada ikan
rainbowtrout yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi,
terjadi laju glukoneogenesis yang tinggi, sedangkan yang diberi pakan
dengan kandungan protein rendah dan karbohidrat tinggi didapatkan
laju glukoneogenesis yang rendah (Cowey et al, 1977). Kebutuhan
karbohidrat untuk setiap jenis dan ukuran ikan juga dipengaruhi oleh
kandungan lemak dan protein pakan. Pakan yang mengandung
karbohidrat dan lemak yang tepat dapat mengurangi penggunaan
protein sebagai sumber energi yang dikenal dengan Protein Sparring
Effect. Terjadinya Protein Sparring Effect oleh karbohidrat dapat
menurunkan biaya produksi pakan dan mengurangi pengeluaran limbah
nitrogen ke lingkungan. Kebutuhan karbohidrat pakan bagi
pertumbuhan ikan budidaya bervariasi menurut spesies, sumber
karbohidrat dan kondisi lingkungannya (Tabel 5.8.). Pada
tabel tersebut jelas terlihat bahwa ikan karnivora umumnya mempunyai
kemampuan yang lebih rendah dalam memanfaatkan karbohidrat
pakan dibandingkan dengan ikan omnivora atau herbivora. Penyebab
rendahnya kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat pakan
tersebut antara lain disebabkan oleh nilai kecernaan sumber karbohidrat,
aktivitas enzim karboksilase ikan, kemampuan penyerapan glukosa
serta kemampuan sel memanfaatkan glukosa dalam darah. Secara umum
kandungan karbohidrat pakan yang dapat dimanfaatkan secara optimal
oleh ikan karnivora berkisar antara 10 – 20%, ikan omnivora dapat
memanfaatkan karbohidrat pakan secara optimal pada tingkat 30 –
40% dalam pakannya.
PROTEIN, KARBOHIDRAT, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:187
sumber energi utama pada manusia dan hewan darat. Pada ikan, tingkat
pemanfaatn karbohidrat dalam pakan umumnya rendah pada khususnya
hewan karnivora, karena pada ikan sumber energi utama adalah
protein. Ikan karnivora lebih sedikit mengkonsumsi karbohidrat
dibandingkan dengan omnivora dan herbivora. Selain itu ikan yang hidup
diperairan tropis dan air tawar biasanya lebih mampu memanfaatkan karbohidrat daripada
ikan yang hidup diperairan dingin dan air laut. Ikan laut biasanya lebih
menggunakan protein dan lemak sebagai sumber energi daripada karbohidrat, tetapi peranan
karbohidrat dalam pakan ikan sangat penting bagi kehidupan dan
pertumbuhan ikan. Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa
ikan yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi tanpa
karbohidrat dapat menyebabkan penurunan laju pertumbuhan dan
retensi protein tubuh. Selain itu pakan yang mengandung karbohidrat
terlalu sedikit akan menyebabkan terjadinya tingkat katabolisme protein
dan lemak yang tinggi untuk mensuplai kebutuhan energi ikan
dan menyediakan metabolisme lanjutan (intermedier) untuk sintesis
senyawa biologi penting lainnya, sehingga pemanfaatan protein untuk
pertumbuhan berkurang. Oleh karena itu pada komposisi pakan
ikan harus ada keseimbangan antara karbohidrat, protein dan lemak,
dimana ketiga nutrien tersebut merupakan sumber energi bagi ikan
untuk tumbuh dan berkembang. Karbohidrat merupakan senyawa
organik yang tersusun dari atom karbon (C), hidrogen (H) dan
Oksigen (O) dalam suatu perbandingan tertentu. Karbohidrat
berdasarkan analisa proksimat terdiri dari serat kasar dan bahan ekstrak
tanpa nitrogen. Karbohidrat biasanya terdapat pada tumbuhan termasuk
pada gula sederhana, kanji, selulosa, karet dan jaringan yang
berhubungan dan mengandung unsur C,H,O dengan rasio antara
hidrogen dan oksigen 2:1 yang hampir serupa dengan H2O dan
kemudian dinamakan ”karbohidrat”. Formula umum karbohidrat adalah
Cn (H2O)2. Karbohidrat adalah sumber energi yang murah dan dapat menggantikan
protein yang mahal sebagai sumber energi. Selain itu karbohidrat
merupakan Protein sparing effect yang artinya karbohidrat dapat
digunakan sebagai sumber energi pengganti bagi protein dimana
dengan menggunakan karbohidrat dan lemak sebagai sumber bahan
baku maka hal ini dapat mengurangi harga pakan. Pemanfaatan
karbohidrat sebagai sumber energi dalam tubuh dapat juga dipengaruhi
oleh aktivitas enzim dan hormon. Enzim dan hormon ini penting untuk
proses metabolisme karbohidrat dalam tubuh seperti glikolisis, siklus
asam trikarboksilat, jalur pentosa fosfat, glukoneogenesis dan
glikogenesis. Selain itu dalam aplikasi pembuatan pakan
karbohidrat seperti kanji, zat tepung, agar-agar, alga, dan getah dapat
juga digunakan sebagai pengikat makanan (binder) untuk
meningkatkan kestabilan pakan dalam air pada pakan ikan dan
udang. Pemanfaatan Karbohidrat Pakan oleh Ikan Karbohidrat pakan umumnya
berbentuk senyawa polisakarida, disakarida dan monosakarida.
Karbohidrat tersebut berasal dari tumbuhan (zat tepung, serat,
sellulosa dan fruktosa) dan dari hewan (mangsa) berbentuk glikogen.
Ikan tidak memiliki kelenjar air liur (salivary gland) sehingga proses
pencernaan karbohidrat pada ikan dimulai dibagian lambung.
Pencernaan karbohidrat secara intensif terjadi disegmen usus yaitu
dengan adanya enzim amilase pankreatik. Pada segmen usus,
amilum (zat tepung) dan glikogen akan dihidrolisis oleh enzim amilase
menjadi maltosa dan dekstrin, Kemudian maltosa dan dekstrin ini
akan dihidrolisa oleh enzim laktase atau sukrose menghasilkan
galaktosa, glukosa dan fruktosa. Pada dinding usus, galaktosa dan
fruktosa akan diubah menjadi glukosa. Dalam bentuk glukosa itulah
karbohidrat dapat diserap oleh dinding sel (enterosit) lalu masuk
kedalam pembuluh darah. Ikan tidak memiliki enzim pencerna
karbohidrat yang memadai di dalam saluran pencernaannya, sehingga
nilai kecernaan karbohidrat pakan umumnya rendah. Aktivitas enzim
amilase dalam menghidrolisa pati pada ikan omnivora seperti ikan
tilapia dan ikan mas lebih tinggi daripada ikan karnivora seperti ikan
rainbowtrout dan yellowtail. Nilai kecernaan karbohidrat ini sangat
dipengaruhi oleh sumber dan kadar karbohidrat dalam pakan serta jenis
dan ukuran ikan. Nilai kecernaan beberapasumber karbohidrat oleh
beberapa ikan budidaya dapat dilihat pada Tabel 5.7 Karbohidrat yang
berstruktur kompleks memiliki nilai kecernaan yang rendah daripada
karbohidrat yang berstruktur sederhana. Perbedaan sumber pati
juga dapat menyebabkan perbedaan nilai kecernaan karbohidrat danbergantung juga pada rasio
amilosa/amilopektin. Dimana semakin tinggi rasio amilosa/
amilopektin maka kecernaan karbohidrat semakin tinggi. Beberapa
perlakuan yang biasa dilakukan pada saat membuat pakan ikan adalah
dengan melakukan pengukusan pati dimana dengan melakukan
pengukusan maka akan dapat meningkatkan nilai kecernaan dari
karbohidrat tersebut. Hal ini dikarenakan pengukusan dapat
menyebabkan sel-sel pati menjadi lunak dan pecah sehingga lebih
mudah dicerna.Karbohidrat berserat dalam wujud bahan kimia sangat sukar dicerna
oleh beberapa jenis ikan dan tidak membuat suatu kontribusi yang baik
kepada kebutuhan gizi ikan. Tingkatan kebutuhan serat kasar
dalam tubuh ikan diperlukan secara khas dan terbatas kurang dari 7%.
Ketersediaan berbagai formulasi karbohidrat pada komposisi nilai
yang gizi belum jelas, karbohidrat yang dapat dicerna (karbohidrat
dengan bobot molekul kecil dan panjang rantai lebih pendek sepertiglukosa). Pada ikan mas dan ikan air
tawar lainnya dapat memanfaatkan karbohidrat lebih efektif
dibandingkan dengan ikan air laut. Ikan air laut lebih efektif
menggunakan glukosa dan dekstrin sebagai sumber zat tepungnya.
Udang windu menggunakan zat tepung lebih baik dengan glukosa
dan dextrin. Kebutuhan optimum Karbohidrat Pakan Pertumbuhan ikan budidaya secara
maksimal dapat tercapai jika kondisi lingkungan pemeliharaan dan
makanan terjamin secara optimum. Fungsi utama karbohidrat sebagi
sumber energi di dalam pakan harus berada dalam kondisi yang seimbang
antara ketiga makro nutrien (protein, lemak dan karbohidrat). Pakan yang
mengandung karbohidrat terlalu tinggi dapt menyebabkan
menurunnya pertumbuhan ikan budidaya. Beberapa penelitian telah
menunjukkan pertumbuhan ikan dan tingkat efisiensi pakan yang rendah
bila kandungan karbohidrat dalam pakannya tinggi. Ikan sebagai organisme air kurang
mampu memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi utama dalam
pakannya dibandingkan dengan hewan darat dan manusia, namun
dari hasil beberapa penelitian hewan air seperti ikan masih sangat
membutuhkan karbohidrat dalam komposisi pakannya. Pada ikan
rainbowtrout yang diberi pakan dengan kandungan protein tinggi,
terjadi laju glukoneogenesis yang tinggi, sedangkan yang diberi pakan
dengan kandungan protein rendah dan karbohidrat tinggi didapatkan
laju glukoneogenesis yang rendah (Cowey et al, 1977). Kebutuhan
karbohidrat untuk setiap jenis dan ukuran ikan juga dipengaruhi oleh
kandungan lemak dan protein pakan. Pakan yang mengandung
karbohidrat dan lemak yang tepat dapat mengurangi penggunaan
protein sebagai sumber energi yang dikenal dengan Protein Sparring
Effect. Terjadinya Protein Sparring Effect oleh karbohidrat dapat
menurunkan biaya produksi pakan dan mengurangi pengeluaran limbah
nitrogen ke lingkungan. Kebutuhan karbohidrat pakan bagi
pertumbuhan ikan budidaya bervariasi menurut spesies, sumber
karbohidrat dan kondisi lingkungannya (Tabel 5.8.). Pada
tabel tersebut jelas terlihat bahwa ikan karnivora umumnya mempunyai
kemampuan yang lebih rendah dalam memanfaatkan karbohidrat
pakan dibandingkan dengan ikan omnivora atau herbivora. Penyebab
rendahnya kemampuan ikan dalam memanfaatkan karbohidrat pakan
tersebut antara lain disebabkan oleh nilai kecernaan sumber karbohidrat,
aktivitas enzim karboksilase ikan, kemampuan penyerapan glukosa
serta kemampuan sel memanfaatkan glukosa dalam darah. Secara umum
kandungan karbohidrat pakan yang dapat dimanfaatkan secara optimal
oleh ikan karnivora berkisar antara 10 – 20%, ikan omnivora dapat
memanfaatkan karbohidrat pakan secara optimal pada tingkat 30 –
40% dalam pakannya.
PROTEIN, KARBOHIDRAT, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:187
KUALITAS PROTEIN
Evaluasi kualitas protein
Protein yang terdapat dalam suatu bahan pakan dapat dikatakan bermutu jika memberikan
pertumbuhan positif pada ikan budidaya atau protein dikatakan
mutunya tinggi apabila komposisi asam amino yang terkandung di
dalamnya menyerupai bentuk asam amino yang dibutuhkan oleh ikan dan
tingkat kecernaannya tinggi. Mutu protein biasanya dievaluasi dengan
metode biologi dan kimia. Metode kimia menentukan kuantitas atau
jumlah protein/asam amino pada bahan pakan sedangkan metode
biologi dengan cara menentukan reaksi ikan terhadap protein dalam
kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan. Dalam metode biologi,
berat tubuh dan nitrogen digunakan sebagai ukuran untuk mutu protein
dimana metode biologi lebih akurat dibanding metode kimia. Menurut
Millamena (2002) perhitungan Protein Effisiensi ratio (PER), nilai
biologi (BV) dan kebutuhan protein bersih (NPU) adalah sebagai berikut:
Perbandingan Efisiensi Protein (PER)
PER = Penambahan bobot (gram) / Kandungan protein dalam pakan (gram)
PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, kualitas protein
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:184
Protein yang terdapat dalam suatu bahan pakan dapat dikatakan bermutu jika memberikan
pertumbuhan positif pada ikan budidaya atau protein dikatakan
mutunya tinggi apabila komposisi asam amino yang terkandung di
dalamnya menyerupai bentuk asam amino yang dibutuhkan oleh ikan dan
tingkat kecernaannya tinggi. Mutu protein biasanya dievaluasi dengan
metode biologi dan kimia. Metode kimia menentukan kuantitas atau
jumlah protein/asam amino pada bahan pakan sedangkan metode
biologi dengan cara menentukan reaksi ikan terhadap protein dalam
kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan. Dalam metode biologi,
berat tubuh dan nitrogen digunakan sebagai ukuran untuk mutu protein
dimana metode biologi lebih akurat dibanding metode kimia. Menurut
Millamena (2002) perhitungan Protein Effisiensi ratio (PER), nilai
biologi (BV) dan kebutuhan protein bersih (NPU) adalah sebagai berikut:
Perbandingan Efisiensi Protein (PER)
PER = Penambahan bobot (gram) / Kandungan protein dalam pakan (gram)
PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, kualitas protein
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:184
PROTEIN - Asam Amino ?
Dalam menyusun komposisi pakan ikan saat ini para peneliti sudah
melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam
amino setiap jenis ikan. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan
asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju
pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. Asam amino merupakan bahan dasar yang
dihasilkan dari proses pemecahanatau hidrolisis dari protein. Asam
amino ini membangun blok protein.Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang
merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan -
COOH atau suatu kelompok karboxyl,oleh karena itu disebutlah asam amino. Dalam molekul protein asam
amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok
karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida.
Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi
secara alami. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh
dan berkembang. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi
dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial.
pengelompokkan asam amino (Millamena, 2002)
Asam amino essensial
Arginin
Histidin
Isoleucin
Leucin
Lysin
Methionin
Phenylalanin
Threonin
Tryptophan
Valin
Asam amino nonessensial
Alanin
Asparagin
Asam Aspartad
Cystein
Asam Glutamat
Glutamin
Glycin
Prolin
Serin
Tyrosin
Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam
amino non essensial. Asam amino essensial adalah asam amino yang
tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan
maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino.
Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang
dibutuhkan ikan berbeda-beda. Esensialitas dari suatu asam amino
akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Sebagai contoh,
glycine diperlukan oleh ayam tetapibukanlah penting bagi ikan. Asam
amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau
disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi
pakan.
Asam amino esensial
Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh
pertumbuhan ikan yaitu: arginin, histidin, isoleucin, leucin, methionin,
phenylalanin, threonin, tryptophan dan valin. Kesepuluh asam amino ini
merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan
bahan dasar dari struktur atau unsur lain. Methionin adalah prekursor dari
cyestein dan cystin. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3).
Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin, cholin, dan banyak unsur lain.
Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke ph penylalanin, maka
tyrosin dibentuk. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin, epinephrin
dan norepinephrin dan melanin pigmen. Arginin menghasilkan
ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. Perpindahan suatu
karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. Tryptophan adalah
prekursor dari serotonin atau suatu vitamin, asam nikotinik. Semua ikan
bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial.
Asam amino non essensial
Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine, asparagirie, asam aspartad,
cyestin, asam glutamat, glutamin,glycin, prolin, serin dan tyrosin. Asam
amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan
asam amino yang sangat dibutuhkanatau harus ada dalam komposisi pakan.
PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin,Asam amino
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam
amino setiap jenis ikan. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan
asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju
pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. Asam amino merupakan bahan dasar yang
dihasilkan dari proses pemecahanatau hidrolisis dari protein. Asam
amino ini membangun blok protein.Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang
merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan -
COOH atau suatu kelompok karboxyl,oleh karena itu disebutlah asam amino. Dalam molekul protein asam
amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok
karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida.
Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi
secara alami. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh
dan berkembang. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi
dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial.
pengelompokkan asam amino (Millamena, 2002)
Asam amino essensial
Arginin
Histidin
Isoleucin
Leucin
Lysin
Methionin
Phenylalanin
Threonin
Tryptophan
Valin
Asam amino nonessensial
Alanin
Asparagin
Asam Aspartad
Cystein
Asam Glutamat
Glutamin
Glycin
Prolin
Serin
Tyrosin
Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam
amino non essensial. Asam amino essensial adalah asam amino yang
tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan
maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino.
Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang
dibutuhkan ikan berbeda-beda. Esensialitas dari suatu asam amino
akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Sebagai contoh,
glycine diperlukan oleh ayam tetapibukanlah penting bagi ikan. Asam
amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau
disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi
pakan.
Asam amino esensial
Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh
pertumbuhan ikan yaitu: arginin, histidin, isoleucin, leucin, methionin,
phenylalanin, threonin, tryptophan dan valin. Kesepuluh asam amino ini
merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan
bahan dasar dari struktur atau unsur lain. Methionin adalah prekursor dari
cyestein dan cystin. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3).
Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin, cholin, dan banyak unsur lain.
Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke ph penylalanin, maka
tyrosin dibentuk. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin, epinephrin
dan norepinephrin dan melanin pigmen. Arginin menghasilkan
ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. Perpindahan suatu
karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. Tryptophan adalah
prekursor dari serotonin atau suatu vitamin, asam nikotinik. Semua ikan
bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial.
Asam amino non essensial
Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine, asparagirie, asam aspartad,
cyestin, asam glutamat, glutamin,glycin, prolin, serin dan tyrosin. Asam
amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan
asam amino yang sangat dibutuhkanatau harus ada dalam komposisi pakan.
PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin,Asam amino
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
PROTEIN
Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat, enzim, hormon,vitamin dan lain-lain. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein mengandung karbon sebanyak 50-55%, hidrogen 5-7%, dan oksigen 20-25% yang bersamaan dengan lemak dan karbohidrat, juga mengandung nitrogen sebanyak 15-18%, rata-rata adalah 16% dan sebagian lagi merupakan unsur sulfur dan sedikit mengandung fosfat dan besi. Oleh karena itu beberapa
literatur mengatakan bahwa protein adalah makro molekul yang terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan boleh juga berisi sulfur.Kadar nitrogen pada protein dapat
dibedakan dari lemak dan karbohidrat serta komponen bahan
organik lainnya. Protein berasal dari bahasa Yunani
yaitu Proteos yang berarti pertama atau utama. Hal ini dikarenakan
protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah didalam sel
hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. Protein dalam setiap
sel mahluk hidup tersimpan dalam jaringan dan organ dan sebagaikomponen utama jaringan tubuh ikan.
Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta
perawatan jaringan dan organ. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat
menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki
sel dan jaringan yang rusak. Sebagai tambahan protein juga berperan
untuk kontraksi otot dan komponen enzim, hormon dan antibodi. Protein
dalam bentuk komplek sebagai heme, karbohidrat, lipid atau asam nukleat.
Hewan air harus mengkonsumsi protein untuk menggantikan jaringan
tubuh yang aus/rusak (perbaikan) dan untuk mensintesis jaringan baru
(pertumbuhan dan reproduksi). Selain itu protein mempunyai
peranan biologis karena merupakan instrumen molekuler yang
mengekspresikan informasi genetik. Semua protein pada makhluk hidup
dibangun oleh susunan yang sama yaitu 20 macam asam amino baku,
yang molekulnya sendiri tidak mempunyai aktivitas biologi. Dari 20
macam asam amino ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam
amino essensial sebanyak 10 macam merupakan asam amino
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh ikan tidak dapat
mensintesisnya, dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam
yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat disintesis
dalam tubuh ikan itu sendiri. Dalam bab ini akan dipelajari tentang
sepuluh asam amino yang penting yang diperlukan oleh ikan dan
struktur bahan kimia, membedakan antara asam amino essensial dan
asam amino non-essensial; asam amino yang diserap ikan; efekdefisiensi dan kelebihan dari asam
amino berkenaan dengan aturan makan ikan ; prosedur bagaimana cara menentukan kebutuhan asam
amino secara kwantitatif dan kwalitatif pada ikan; metoda
mengevaluasi mutu protein; danbagaimana cara menentukan kebutuhan protein beberapa jenis
ikan budidaya.
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
literatur mengatakan bahwa protein adalah makro molekul yang terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan boleh juga berisi sulfur.Kadar nitrogen pada protein dapat
dibedakan dari lemak dan karbohidrat serta komponen bahan
organik lainnya. Protein berasal dari bahasa Yunani
yaitu Proteos yang berarti pertama atau utama. Hal ini dikarenakan
protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah didalam sel
hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. Protein dalam setiap
sel mahluk hidup tersimpan dalam jaringan dan organ dan sebagaikomponen utama jaringan tubuh ikan.
Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta
perawatan jaringan dan organ. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat
menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki
sel dan jaringan yang rusak. Sebagai tambahan protein juga berperan
untuk kontraksi otot dan komponen enzim, hormon dan antibodi. Protein
dalam bentuk komplek sebagai heme, karbohidrat, lipid atau asam nukleat.
Hewan air harus mengkonsumsi protein untuk menggantikan jaringan
tubuh yang aus/rusak (perbaikan) dan untuk mensintesis jaringan baru
(pertumbuhan dan reproduksi). Selain itu protein mempunyai
peranan biologis karena merupakan instrumen molekuler yang
mengekspresikan informasi genetik. Semua protein pada makhluk hidup
dibangun oleh susunan yang sama yaitu 20 macam asam amino baku,
yang molekulnya sendiri tidak mempunyai aktivitas biologi. Dari 20
macam asam amino ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam
amino essensial sebanyak 10 macam merupakan asam amino
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh ikan tidak dapat
mensintesisnya, dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam
yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat disintesis
dalam tubuh ikan itu sendiri. Dalam bab ini akan dipelajari tentang
sepuluh asam amino yang penting yang diperlukan oleh ikan dan
struktur bahan kimia, membedakan antara asam amino essensial dan
asam amino non-essensial; asam amino yang diserap ikan; efekdefisiensi dan kelebihan dari asam
amino berkenaan dengan aturan makan ikan ; prosedur bagaimana cara menentukan kebutuhan asam
amino secara kwantitatif dan kwalitatif pada ikan; metoda
mengevaluasi mutu protein; danbagaimana cara menentukan kebutuhan protein beberapa jenis
ikan budidaya.
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
PAKAN IKAN 3
Tujuan pemberian pakan-makanan- pada ikan adalah menyediakan kebutuhan gizi untuk kesehatan yang baik, pertumbuhan dan hasil panenan yang optimum, produksi limbah yang minimum dengan biaya yang masuk akal demi keuntungan yang maksimum. Pakan yang berkualitas kegizian dan fisik merupakan kunci untuk mencapai tujuan-tujuan produksi dan ekonomis budidaya ikan. Pengetahuan tentang gizi ikan dan pakan ikan berperan penting di dalam mendukung pengembangan budidaya ikan (aquaculture) dalam mencapai tujuan tersebut. Konversi yang efisien dalam memberi makan ikan sangat penting bagi pembudidaya ikan sebab pakan merupakan komponen yang cukup besar dari total biaya produksi. Bagi pembudidaya ikan, pengetahuan tentang gizi bahan baku dan pakan merupakan sesuatu yang sangat kritis sebab pakan menghabiskan biaya 40-50% dari biaya produksi.
Di dalam budidaya ikan, formula pakan ikan harus mencukupi kebutuhan gizi ikan yang dibudidayakan, seperti: protein (asam amino esensial), lemak (asam lemak esensial), energi (karbohidrat), vitamin dan mineral. Mutu pakan akan tergantung pada tingkatan dari bahan gizi yang dibutuhkan oleh ikan. Akan tetapi, perihal gizi pada pakan bermutu sukar untuk digambarkan dikarenakan banyaknya interaksi yang terjadi antara berbagai bahan gizi selama dan setelah penyerapan di dalam pencernaan ikan Pakan bermutu umumnya tersusun dari bahan baku pakan (feedstuffs) yang bermutu yang dapat berasal dari berbagai sumber dan sering kali digunakan karena sudah tidak lagi dikonsumsi oleh manusia. Pemilihan bahan baku tersebut tergantung pada: kandungan bahan gizinya; kecernaannya (digestibility) dan daya serap (bioavailability) ikan; tidak mengandung anti nutrisi dan zat racun; tersedia dalam jumlah banyak dan harga relatif murah. Umumnya bahan baku berasal dari material tumbuhan dan hewan. Ada juga beberapa yang berasal dari produk samping atau limbah industri pertanian atau peternakan. Bahan-bahan tersebut bisa berasal dari lokasi pembudidaya atau didatangkan dari luar.
SUMBER PROTEIN
Kebutuhan protein untuk ikan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ukuran ikan, temperatur air, rata-rata pemberian pakan (feeding rate), ketersediaan dan kandungan gizi pakan, keseluruhan kandungan energi yang dapat dicerna oleh ikan dan mutu protein tersebut. Mutu protein tergantung pada kuantitas dan kualitas asam amino esensial yang terkandung di dalamnya serta daya serapnya (bioavailability). Protein yang dicerna oleh ikan digunakan sebagai sumber energi untuk pembaruan/mengganti jaringan yang rusak dan pertumbuhan ikan. Oleh karena pemakaian protein pakan akan sangat berguna jika semua protein tersebut digunakan untuk pertumbuhan atau perbaikan jaringan dan dapat dikatabolisme sebagai energi. Beberapa bahan baku yang dapat digunakan sebagai sumber protein adalah :
1. Tepung darah
2. Tepung kopra
3. Tepung Kedelai bebas lemak
4. Tepung ikan
5. Tepung daging dan tulang
6. Tepung kepala udang
7. Tepung udang
8. Tepung cumi-cumi
9. Ikan rucah
10. Ragi
SUMBER LEMAK
Lemak merupakan senyawa organik yang penting untuk penyusunan membran sel pada tanaman, hewan dan mikroba. Lemak merupakan senyawa tidak larut air tetapi dapat larut pada pelarut nonpolar (bukan air), seperti eter dan alkohol. Fungsi lemak secara umum adalah:
1. Sumber energi metabolisme, adenosine triphosphate (ATP). Lemak memiliki energi kira-kira dua kali lebih tinggi dari energi protein dan karbohidrat.
2. Sumber asam lemak esensial (EFA) yang berperan penting untuk pertumbuhan dan pertahanan.
3. Komponen penting pada membran sel dan subsel.
4. Sumber steroids yang berperan penting terhadap fungsi biologi seperti pemeliharaan sistem membran, transport lipid, dan prekursor hormon steroid.
Minyak ikan dan minyak sawit merupakan sumber lemak yang biasa terdapat pada pakan ikan. Beberapa bahan baku yang dapat digunakan sebagai sumber lemak adalah :
1. Minyak jagung
2. Gajih/gemuk sapi
3. Minyak ikan
4. Minyak kelapa
5. Minyak biji kapas
6. Minyak kedelai
7. Minyak ikan tuna
8. Minyak sawit
9. Minyak cumi-cumi
SUMBER KARBOHIDRAT
Karbohidrat merupakan senyawa organik terbesar yang biasa terdapat pada tanaman, seperti : gula sederhana, amilum (tapioka), selulosa, gum dan zat-zat lain yang berhubungan Karbohidrat merupakan sumber energi yang murah dan dapat menggantikan sumber energi protein yang lebih mahal. Pengunaan karbohidrat untuk menggantikan protein dan lemak sebagai sumber energi dapat dimaksimalkan untuk mengurangi biaya pakan, karena sumber energi karbohidrat lebih ekonomis, dan mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh ikan. Sumber karbohidrat seperti tapioka, terigu, alginat, agar, karagenan dan gum dapat juga digunakan sebagai perekat pakan untuk menjaga stabilitas kandungan air pada pakan ikan dan udang. Beberapa bahan baku yang dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat adalah :
1. Tepung terigu
2. Tepung tapioca
3. Tepung jagung
4. Tepung beras
5. Sagu
6. Agar-agar
MIKRONUTRIEN
Banyak komponen lain ditambahkan di dalam formulasi pakan disamping sumber bahan gizi yang utama (protein, lipid, karbohidrat). Di dalam formulasi pakan lengkap, mikronutrien ditambahkan dalam jumlah kecil dalam bentuk campuran vitamin dan mineral karena alasan ekonomi, zat-zat lain juga ditambahkan ke dalam formulasi pakan yang bertujuan untuk menjaga mutu pakan dari kerusakan oleh jamur selama penyimpanan dan menjaga stabilitas air pada pakan. Zat-zat tersebut antara lain: perekat sintetik, antioksidan dan inhibitor jamur. Beberapa zat-zat juga ditambahkan ke dalam pakan untuk membuat ikan agar lebih atraktif seperti figmen dan atraktan.
KUALITAS BAHAN BAKU
Untuk memproduksi pakan yang berkualitas diperlukan bahan baku pakan yang juga berkualitas. Bahan-bahan baku tersebut perlu dilindungi selama proses ataupun selama penyimpanan. Beberapa bahan baku juga mengandung zat anti nutrisi yang dapat menghambat pemanfaatan gizi (seperti protein) oleh ikan atau udang. Sebagai contoh: jenis kacang-kacangan yang mengandung zat penghambat tripsin dan kimortripsin (asam amino) sehingga enzim yang ada didalam ikan tidak dapat menyerap protein. Oleh karena itu, beberapa bahan baku perlu dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam formulasi pakan. sebagian zat anti nutrisi ada yang mudah dihilangkan cukup dengan pemanasan, tetapi ada juga yang sulit dihilangkan dengan pemanasan.
Dalam menyiapkan pakan/makanan, sasaran utama bukan hanya mencampur bahan-bahan baku tetapi melindungi bahan-bahan baku tersebut selama proses. Seringkali, sebelum bahan-bahan tersebut digunakan, bahan tersebut harus diproses untuk menghilangkan zat-zat yang dapat menghambat pemanfaatan bahan gizi yang dibutuhkan oleh ikan. Proses tersebut bertujuan agar gizi pakan lebih efektif dimanfaatkan oleh ikan. Penyimpanan pakan juga harus diperhatikan seperti proses penyiapan dan pengolahan, karena mempengaruhi umur simpan dari pakan tersebut. Zat anti nutrisi pada beberapa bahan baku dan cara menghilangkan atau menghambatnya :
1. Inhibitor tripsin : Berikatan dengan tripsin sehingga tripsin tidak aktif
2. Kedelai dan kacang-kacangan : Pemanasan pada suhu 175-1950C, atau pemasakan selama 10 min
3. Lektin : Merusak sel darah merah
4. Kedelai dan kacang-kacangan : Didihkan dalam air atau autoclave selama 30 min.
5. Goitrogen : Menghambat pemasukan iodin oleh kelenjar tiroid
6. Kedelai dan kacang-kacangan : Kukus atau autoclave selama 30 min
7. Anti vitamin D : Berikatan dgn Vit. D, dan menjadikan tidak berfungsi
8. Anti vitamin E : Berkontribusi terhadap defisiensi Vit. E
9. Thiaminase : Berpengaruh terhadap kerusakan thiamin (Vit.B1)
10. Ikan rusak, kijing dan kedelai : Autoclave, pemanasan dan pemasakan zat yang tahan terhadap pemanasan
11. Estrogen (isoflavon) : Mengganggu terhadap kinerja reproduksi
12. Tanaman glikosida : Ekstraksi pelarut
13. Gossipol : Berikatan dengan fosfor dan beberapa protein
14. Tepung biji kapas : Penambahan garam besi dan fitase
15. Tannin : Berikatan protein menghambat pencernaan tripsin digestion
16. Sianogen : Melepaskan racun asam hidrosianik
17. Daun singkong : Perendaman dalam air selama 12 jam
18. Mimosin : Menggangu sintesis enzim dalam hati; merusak sell hepatopankreas pada udang
19. Daun Ipil-ipil : Perendaman dalam air selama 24 jam
20. Peroksida : Berikatan dengan proteins dan vitamin
21. Phytates : Berikatan dengan protein dan mineral dan menurunkan daya serapnya
22. Tepung jagung, kulit sereal, dan kacang-kacangan : Dikuliti (dibuang kulitnya).
Posted By Royan
Disadur dari sumber:www.forumsains.com
Di dalam budidaya ikan, formula pakan ikan harus mencukupi kebutuhan gizi ikan yang dibudidayakan, seperti: protein (asam amino esensial), lemak (asam lemak esensial), energi (karbohidrat), vitamin dan mineral. Mutu pakan akan tergantung pada tingkatan dari bahan gizi yang dibutuhkan oleh ikan. Akan tetapi, perihal gizi pada pakan bermutu sukar untuk digambarkan dikarenakan banyaknya interaksi yang terjadi antara berbagai bahan gizi selama dan setelah penyerapan di dalam pencernaan ikan Pakan bermutu umumnya tersusun dari bahan baku pakan (feedstuffs) yang bermutu yang dapat berasal dari berbagai sumber dan sering kali digunakan karena sudah tidak lagi dikonsumsi oleh manusia. Pemilihan bahan baku tersebut tergantung pada: kandungan bahan gizinya; kecernaannya (digestibility) dan daya serap (bioavailability) ikan; tidak mengandung anti nutrisi dan zat racun; tersedia dalam jumlah banyak dan harga relatif murah. Umumnya bahan baku berasal dari material tumbuhan dan hewan. Ada juga beberapa yang berasal dari produk samping atau limbah industri pertanian atau peternakan. Bahan-bahan tersebut bisa berasal dari lokasi pembudidaya atau didatangkan dari luar.
SUMBER PROTEIN
Kebutuhan protein untuk ikan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ukuran ikan, temperatur air, rata-rata pemberian pakan (feeding rate), ketersediaan dan kandungan gizi pakan, keseluruhan kandungan energi yang dapat dicerna oleh ikan dan mutu protein tersebut. Mutu protein tergantung pada kuantitas dan kualitas asam amino esensial yang terkandung di dalamnya serta daya serapnya (bioavailability). Protein yang dicerna oleh ikan digunakan sebagai sumber energi untuk pembaruan/mengganti jaringan yang rusak dan pertumbuhan ikan. Oleh karena pemakaian protein pakan akan sangat berguna jika semua protein tersebut digunakan untuk pertumbuhan atau perbaikan jaringan dan dapat dikatabolisme sebagai energi. Beberapa bahan baku yang dapat digunakan sebagai sumber protein adalah :
1. Tepung darah
2. Tepung kopra
3. Tepung Kedelai bebas lemak
4. Tepung ikan
5. Tepung daging dan tulang
6. Tepung kepala udang
7. Tepung udang
8. Tepung cumi-cumi
9. Ikan rucah
10. Ragi
SUMBER LEMAK
Lemak merupakan senyawa organik yang penting untuk penyusunan membran sel pada tanaman, hewan dan mikroba. Lemak merupakan senyawa tidak larut air tetapi dapat larut pada pelarut nonpolar (bukan air), seperti eter dan alkohol. Fungsi lemak secara umum adalah:
1. Sumber energi metabolisme, adenosine triphosphate (ATP). Lemak memiliki energi kira-kira dua kali lebih tinggi dari energi protein dan karbohidrat.
2. Sumber asam lemak esensial (EFA) yang berperan penting untuk pertumbuhan dan pertahanan.
3. Komponen penting pada membran sel dan subsel.
4. Sumber steroids yang berperan penting terhadap fungsi biologi seperti pemeliharaan sistem membran, transport lipid, dan prekursor hormon steroid.
Minyak ikan dan minyak sawit merupakan sumber lemak yang biasa terdapat pada pakan ikan. Beberapa bahan baku yang dapat digunakan sebagai sumber lemak adalah :
1. Minyak jagung
2. Gajih/gemuk sapi
3. Minyak ikan
4. Minyak kelapa
5. Minyak biji kapas
6. Minyak kedelai
7. Minyak ikan tuna
8. Minyak sawit
9. Minyak cumi-cumi
SUMBER KARBOHIDRAT
Karbohidrat merupakan senyawa organik terbesar yang biasa terdapat pada tanaman, seperti : gula sederhana, amilum (tapioka), selulosa, gum dan zat-zat lain yang berhubungan Karbohidrat merupakan sumber energi yang murah dan dapat menggantikan sumber energi protein yang lebih mahal. Pengunaan karbohidrat untuk menggantikan protein dan lemak sebagai sumber energi dapat dimaksimalkan untuk mengurangi biaya pakan, karena sumber energi karbohidrat lebih ekonomis, dan mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh ikan. Sumber karbohidrat seperti tapioka, terigu, alginat, agar, karagenan dan gum dapat juga digunakan sebagai perekat pakan untuk menjaga stabilitas kandungan air pada pakan ikan dan udang. Beberapa bahan baku yang dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat adalah :
1. Tepung terigu
2. Tepung tapioca
3. Tepung jagung
4. Tepung beras
5. Sagu
6. Agar-agar
MIKRONUTRIEN
Banyak komponen lain ditambahkan di dalam formulasi pakan disamping sumber bahan gizi yang utama (protein, lipid, karbohidrat). Di dalam formulasi pakan lengkap, mikronutrien ditambahkan dalam jumlah kecil dalam bentuk campuran vitamin dan mineral karena alasan ekonomi, zat-zat lain juga ditambahkan ke dalam formulasi pakan yang bertujuan untuk menjaga mutu pakan dari kerusakan oleh jamur selama penyimpanan dan menjaga stabilitas air pada pakan. Zat-zat tersebut antara lain: perekat sintetik, antioksidan dan inhibitor jamur. Beberapa zat-zat juga ditambahkan ke dalam pakan untuk membuat ikan agar lebih atraktif seperti figmen dan atraktan.
KUALITAS BAHAN BAKU
Untuk memproduksi pakan yang berkualitas diperlukan bahan baku pakan yang juga berkualitas. Bahan-bahan baku tersebut perlu dilindungi selama proses ataupun selama penyimpanan. Beberapa bahan baku juga mengandung zat anti nutrisi yang dapat menghambat pemanfaatan gizi (seperti protein) oleh ikan atau udang. Sebagai contoh: jenis kacang-kacangan yang mengandung zat penghambat tripsin dan kimortripsin (asam amino) sehingga enzim yang ada didalam ikan tidak dapat menyerap protein. Oleh karena itu, beberapa bahan baku perlu dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam formulasi pakan. sebagian zat anti nutrisi ada yang mudah dihilangkan cukup dengan pemanasan, tetapi ada juga yang sulit dihilangkan dengan pemanasan.
Dalam menyiapkan pakan/makanan, sasaran utama bukan hanya mencampur bahan-bahan baku tetapi melindungi bahan-bahan baku tersebut selama proses. Seringkali, sebelum bahan-bahan tersebut digunakan, bahan tersebut harus diproses untuk menghilangkan zat-zat yang dapat menghambat pemanfaatan bahan gizi yang dibutuhkan oleh ikan. Proses tersebut bertujuan agar gizi pakan lebih efektif dimanfaatkan oleh ikan. Penyimpanan pakan juga harus diperhatikan seperti proses penyiapan dan pengolahan, karena mempengaruhi umur simpan dari pakan tersebut. Zat anti nutrisi pada beberapa bahan baku dan cara menghilangkan atau menghambatnya :
1. Inhibitor tripsin : Berikatan dengan tripsin sehingga tripsin tidak aktif
2. Kedelai dan kacang-kacangan : Pemanasan pada suhu 175-1950C, atau pemasakan selama 10 min
3. Lektin : Merusak sel darah merah
4. Kedelai dan kacang-kacangan : Didihkan dalam air atau autoclave selama 30 min.
5. Goitrogen : Menghambat pemasukan iodin oleh kelenjar tiroid
6. Kedelai dan kacang-kacangan : Kukus atau autoclave selama 30 min
7. Anti vitamin D : Berikatan dgn Vit. D, dan menjadikan tidak berfungsi
8. Anti vitamin E : Berkontribusi terhadap defisiensi Vit. E
9. Thiaminase : Berpengaruh terhadap kerusakan thiamin (Vit.B1)
10. Ikan rusak, kijing dan kedelai : Autoclave, pemanasan dan pemasakan zat yang tahan terhadap pemanasan
11. Estrogen (isoflavon) : Mengganggu terhadap kinerja reproduksi
12. Tanaman glikosida : Ekstraksi pelarut
13. Gossipol : Berikatan dengan fosfor dan beberapa protein
14. Tepung biji kapas : Penambahan garam besi dan fitase
15. Tannin : Berikatan protein menghambat pencernaan tripsin digestion
16. Sianogen : Melepaskan racun asam hidrosianik
17. Daun singkong : Perendaman dalam air selama 12 jam
18. Mimosin : Menggangu sintesis enzim dalam hati; merusak sell hepatopankreas pada udang
19. Daun Ipil-ipil : Perendaman dalam air selama 24 jam
20. Peroksida : Berikatan dengan proteins dan vitamin
21. Phytates : Berikatan dengan protein dan mineral dan menurunkan daya serapnya
22. Tepung jagung, kulit sereal, dan kacang-kacangan : Dikuliti (dibuang kulitnya).
Posted By Royan
Disadur dari sumber:www.forumsains.com
TEPUNG BULU
Bulu ayam berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber protein pakan alternatif pengganti sumber protein konvensional seperti bungkil kedele dan tepung ikan. Dalam proses pengolahan ayam broiler menjadi karkas atau daging siap masak, bagian bulu ayam itu menjadi buangan yang bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal seperti untuk sarung bantal, moceng dan lukisan. Disamping untuk berbagai keperluan, bulu-bulu itu dapat pula dimanfaatkan untuk makanan ternak (ruminansia, non ruminansia dan unggas). Jumlah ayam yang dipotong terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga bulu ayam yang dihasilkan juga meningkat dan sekaligus menimbulkan permasalahan apabila tidak dikelola dengan baik. Penerapan teknologi pengolahan bulu ayam yang tepat akan member manfaat yang besar, antara lain mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan bulu ayam yang tidak tepat. Bulu ayam mengandung protein kasar yang cukup tinggi, yakni 80-91 % dari bahan kering (BK) melebihi kandungan protein kasar bungkil kedelai 42,5 % dan tepung ikan 66,2 % (Anonimus, 2003). Sayangnya kandungan protein kasar yang tinggi tersebut tidak diikuti dengan nilai biologis yang tinggi. Tingkat kecernaan bahan kering dan bahan organik bulu ayam secara in vitro masing-masing hanya 5,8 % dan 0,7 %. Nilai kecernaan yang rendah tersebut disebabkan bulu ayam sebagian besar terdiri atas keratin yang digolongkan ke dalam protein serat. Keratin merupakan protein yang kaya akan asam amino bersulfur, sistin. 2 Ikatan disulfida yang dibentuk diantara asam amino sistin menyebabkan protein ini sulit dicerna, baik oleh mikroorganisme rumen maupun enzim proteolitik dalam saluran pencernaan pasca rumen. Keratin dapat dipecah melalui reaksi kimia dan enzim, sehingga pada akhirnya dapat dicerna oleh tripsin dan pepsin di dalam saluran pencernaan. Dengan demikian bila bulu ayam digunakan sebagai bahan pakan sumber protein, sebaiknya perlu diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan kecernaannya. Tepung Bulu Terolah/ Terhidrolisa Sebagai makanan ternak tentu saja bulu unggas itu tidak cukup dikeringkan kemudian digiling, tetapi harus melalui suatu proses pengolahan terlebih dahulu dan hasilnya inilah yang dinamakan tepung bulu terolah, salah satu bahan makanan asal hewan yang potensial untuk mengurangi harga ransum dan pemanfaatan limbah. Beberapa metode pengolahan yang telah dikembangkan untuk meningkatkan nilai nutrisi bulu unggas adalah 1) perlakuan fisik dengan pengaturan temperatur dan tekanan, 2) secara kimiawi dengan penambahan asam dan basa (NaOH, HCL), 3) secara enzimatis dan biologis dengan mikroorganisme dan 4) kombinasi ketiga metode tersebut. Berdasarkan hasil studi di dalam dan di luar negeri, nilai biologis bulu ayam dapat ditingkatkan dengan pengolahan dan pemberian perlakuan yang benar. Sebagai contoh, bulu ayam yang diolah dengan proses NaOH 6 % dan dikombinasikan dengan pemanasan tekanan memberikan nilai kecernaan 64,6 %. Lama pemanasan juga dapat meningkatkan kecernaan pepsin bulu ayam hingga 62,9 %. Namun, pemanasan yang terlampau lama dapat merusak asam amino lisin, histidin dan sistin serta menyebabkan terjadinya reaksi kecoklatan (browning reaction)
Kandungan Nutrisi Tepung Bulu Terolah/ Terhidrolisa
Protein Kasar, 85%
Serat Kasar, 0,3 – 1,5%
Abu, 3,0 – 3,5%
Calsium, 0,20 – 0,40%
Phospor, 0,20 – 0,65%
Garam, 0,20 %
Tepung bulu yang digunakan ini adalah tepung bulu yang direbus dalam wajan tertutup dengan tekanan 3,2 atmosfer selama 45 menit dan dikembalikan pada tekanan normal selama periode tersebut. Setelah itu dikeringkan pada temperatur 60o C dan digiling hingga halus. Tepung bulu yang diproses dengan cara ini dan perbandingan nilai nutrisinya dengan tepung bulu mentah
Posted By Royan
Disadur dari berbagai sumber
Kandungan Nutrisi Tepung Bulu Terolah/ Terhidrolisa
Protein Kasar, 85%
Serat Kasar, 0,3 – 1,5%
Abu, 3,0 – 3,5%
Calsium, 0,20 – 0,40%
Phospor, 0,20 – 0,65%
Garam, 0,20 %
Tepung bulu yang digunakan ini adalah tepung bulu yang direbus dalam wajan tertutup dengan tekanan 3,2 atmosfer selama 45 menit dan dikembalikan pada tekanan normal selama periode tersebut. Setelah itu dikeringkan pada temperatur 60o C dan digiling hingga halus. Tepung bulu yang diproses dengan cara ini dan perbandingan nilai nutrisinya dengan tepung bulu mentah
Posted By Royan
Disadur dari berbagai sumber
MEMBUAT PAKAN IKAN SENDIRI
“Membuat pakan sendiri,” banyak pembudidaya ikan berpikir apa bisa membuat pakan ikan sendiri untuk peliharaan ikan? Tentunya bisa. Melihat sekarang pakan atau pellet terus naik harganya dan makin tidak terjangkau para petani budidaya ikan.
Pellet ukuran 5ml, 3 ml, 1.5 ml
Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang baik.
Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila atau tilapia berbeda dengan ikan lele.
Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya.
Pakan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama.
Macam-macam bentuk pellet
Sering terjadi ikan dipanen pada umur 6 bulan menjadi 8 bulan untuk ikan nila berukuran 500 gr. Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang.
Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan.
ikan nila yang berumur 1-3 bulan nilai protein antara 35%-50%.
Ikan nila yang berumur 4 bulan keatas 25%-30% . lihat table untuk lebih lanjut.
Setelah mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan. Lihat table1. kandungan gisi bahan-bahan pembuatan pakan.
Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan
Nama Bahan Protein Lemak Serat
Tepung Teri 63.71 4.21 3.6
Tepung Udang 47.47 8.95 4.49
Tepung Darah 80.85 5.61 0
Tepung bekicot 39 9.33 1.05
Tepung Ikan 62.99 6.01 3.6
Tepung Kedelai 46.8 5.31 3.54
Tepung Terigu 12.27 1.16 0
Dedak Halus 13.3 2.4 9.4
Tepung Jagung 9.5 3.22 1.76
Tepung singkong 0.85 0.3 0
Bungkil Kelapa 24.0 8.0 10
Tepung Ayam Segar 15.51 0.21 0.36
Jika di daerah anda tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas anda masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan tiga macam saja tentu bisa juga. Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Ingat lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih baik daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan pembuatan pellet.
Bahan Lemak Protein Bahan/KG
Ikan 6.0 55.0 100
Dedak 2.4 13.3 100
Jagung 4.5 9.8 100
Kedelai 1.3 46.8 100
Kopra 16.7 79.4 100
Table2.
Bagaimana mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila? Ada banyak cara untuk menghitung dan menkombinasiakan bahan pakan yang memenuhi standar yang di tentukan.
Misalnya kita akan membuat pakan dengan nilai protein 40%, lemak 5% dengan bahan yang tersedia; tepung ikan, jagung giling, dan ampas tahu
lihat contoh table formula campuran bahan pakan.
Bahan Jumlah campuran Harga Bahan Kandungan Nutrisi
% Cost (RP/100 kg) Lemak (%) protein (%)
Ikan 30.0 1.80 16.50
Dedak 0.0 0.00 0.00
Jagung 20.0 0.90 1.96
Kedelai 50.0 0.65 23.40
Kopra 0.00
Total 100 3.35 41.86
Tabel3.
Ingredient Inclution Rate Inclution Contribution to
% Cost (RP/100 kg) Lipid (%) Protein (%)
Ikan 30.0 1.80 16.50
Dedak 50.0 1.20 6.65
Jagung 20.0 0.90 1.96
Kedelai 0.00 0.00
Kopra 0.00
Total 100 Rp 3.90 25.11
Contoh campuran bahan diatas hanya terdiri dari tiga bahan: tepung ikan, jagung halus, dan ampas tahu. Tentu saja anda bisa membuat dengan model campuran yang lain akan tetapi tepung ikan bahan utama yang harus ada dalam setiap pembuatan pakan ikan karena tepung ikan menimbulkan aroma yang dapat merangsang napsu makan ikan dan akan lebih baik lagi bila di tambahkan dua persen minyak ikan pada campuran pembuatan pellet ikan. Perhitungan diatas adalah perhitungan kasar. Kualitas bahan dan lain unsur lain dapat mempengaruhi nilai kandungan gisi setiap bahan.
Setelah ditentukan bahan yang akan di gunakan kita sampai pada proses pencampuran sebagai berikut;
• Sediakan tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg .
• Campurkan setiap bahan yang sudah ditentukan dalam kilogram.
• Aduk sampai semua bahan sudah tercampur dengan mereta.
• Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan menjadi berbentuk pellet.
Mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering bisa mencetak pellet basah.
Gambar mesin pencetak pellet kering
Desain pencetak pellet basah umumnya lebih murah dan mesin ini banyak di buat dalam negeri oleh bengkel-benkel industri kecil tapi, ada juga diantara mereka yang memproduksi mesin pencetak pellet kering dan harganya dua sampai tiga kali lipat, karena pembuatanya lebih mahal.
Dalam proses pencetakan pellet basah hendaknya campuran air pada bahan jangan terlalu banyak atau sampai encer.
Pellet akan terbentuk jika campuran tidak encer.
Percobaan berulang-ulang akan menghasilkan takaran air yang tepat.
Tuangkan bahan yang sudah dicampur ke mesin pencetak sedikit demi sedikit untuk melihat hasil cetakan apakah sudah bagus atau belum, tambahkan air jika mesin kelihatan bekerja terlalu berat atau jika terlalu encer tambahkan bahan kering yang sudah dicampur.
Budidaya ikan nila akan lebih banyak menguntungkan jika pakan ikan dibuat sendiri. Makanan ikan merupakan biaya yang paling banyak dikeluarkan dalam usaha budidaya ikan.
Posted By Royan
Disadur dari Berbagai sumber
Pellet ukuran 5ml, 3 ml, 1.5 ml
Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang baik.
Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila atau tilapia berbeda dengan ikan lele.
Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya.
Pakan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama.
Macam-macam bentuk pellet
Sering terjadi ikan dipanen pada umur 6 bulan menjadi 8 bulan untuk ikan nila berukuran 500 gr. Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang.
Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan.
ikan nila yang berumur 1-3 bulan nilai protein antara 35%-50%.
Ikan nila yang berumur 4 bulan keatas 25%-30% . lihat table untuk lebih lanjut.
Setelah mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan. Lihat table1. kandungan gisi bahan-bahan pembuatan pakan.
Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan
Nama Bahan Protein Lemak Serat
Tepung Teri 63.71 4.21 3.6
Tepung Udang 47.47 8.95 4.49
Tepung Darah 80.85 5.61 0
Tepung bekicot 39 9.33 1.05
Tepung Ikan 62.99 6.01 3.6
Tepung Kedelai 46.8 5.31 3.54
Tepung Terigu 12.27 1.16 0
Dedak Halus 13.3 2.4 9.4
Tepung Jagung 9.5 3.22 1.76
Tepung singkong 0.85 0.3 0
Bungkil Kelapa 24.0 8.0 10
Tepung Ayam Segar 15.51 0.21 0.36
Jika di daerah anda tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas anda masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan tiga macam saja tentu bisa juga. Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Ingat lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih baik daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan pembuatan pellet.
Bahan Lemak Protein Bahan/KG
Ikan 6.0 55.0 100
Dedak 2.4 13.3 100
Jagung 4.5 9.8 100
Kedelai 1.3 46.8 100
Kopra 16.7 79.4 100
Table2.
Bagaimana mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila? Ada banyak cara untuk menghitung dan menkombinasiakan bahan pakan yang memenuhi standar yang di tentukan.
Misalnya kita akan membuat pakan dengan nilai protein 40%, lemak 5% dengan bahan yang tersedia; tepung ikan, jagung giling, dan ampas tahu
lihat contoh table formula campuran bahan pakan.
Bahan Jumlah campuran Harga Bahan Kandungan Nutrisi
% Cost (RP/100 kg) Lemak (%) protein (%)
Ikan 30.0 1.80 16.50
Dedak 0.0 0.00 0.00
Jagung 20.0 0.90 1.96
Kedelai 50.0 0.65 23.40
Kopra 0.00
Total 100 3.35 41.86
Tabel3.
Ingredient Inclution Rate Inclution Contribution to
% Cost (RP/100 kg) Lipid (%) Protein (%)
Ikan 30.0 1.80 16.50
Dedak 50.0 1.20 6.65
Jagung 20.0 0.90 1.96
Kedelai 0.00 0.00
Kopra 0.00
Total 100 Rp 3.90 25.11
Contoh campuran bahan diatas hanya terdiri dari tiga bahan: tepung ikan, jagung halus, dan ampas tahu. Tentu saja anda bisa membuat dengan model campuran yang lain akan tetapi tepung ikan bahan utama yang harus ada dalam setiap pembuatan pakan ikan karena tepung ikan menimbulkan aroma yang dapat merangsang napsu makan ikan dan akan lebih baik lagi bila di tambahkan dua persen minyak ikan pada campuran pembuatan pellet ikan. Perhitungan diatas adalah perhitungan kasar. Kualitas bahan dan lain unsur lain dapat mempengaruhi nilai kandungan gisi setiap bahan.
Setelah ditentukan bahan yang akan di gunakan kita sampai pada proses pencampuran sebagai berikut;
• Sediakan tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg .
• Campurkan setiap bahan yang sudah ditentukan dalam kilogram.
• Aduk sampai semua bahan sudah tercampur dengan mereta.
• Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan menjadi berbentuk pellet.
Mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering bisa mencetak pellet basah.
Gambar mesin pencetak pellet kering
Desain pencetak pellet basah umumnya lebih murah dan mesin ini banyak di buat dalam negeri oleh bengkel-benkel industri kecil tapi, ada juga diantara mereka yang memproduksi mesin pencetak pellet kering dan harganya dua sampai tiga kali lipat, karena pembuatanya lebih mahal.
Dalam proses pencetakan pellet basah hendaknya campuran air pada bahan jangan terlalu banyak atau sampai encer.
Pellet akan terbentuk jika campuran tidak encer.
Percobaan berulang-ulang akan menghasilkan takaran air yang tepat.
Tuangkan bahan yang sudah dicampur ke mesin pencetak sedikit demi sedikit untuk melihat hasil cetakan apakah sudah bagus atau belum, tambahkan air jika mesin kelihatan bekerja terlalu berat atau jika terlalu encer tambahkan bahan kering yang sudah dicampur.
Budidaya ikan nila akan lebih banyak menguntungkan jika pakan ikan dibuat sendiri. Makanan ikan merupakan biaya yang paling banyak dikeluarkan dalam usaha budidaya ikan.
Posted By Royan
Disadur dari Berbagai sumber
Langganan:
Postingan (Atom)