TAG - BLOGQ

Tampilkan postingan dengan label apa itu protein. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label apa itu protein. Tampilkan semua postingan

PROTEIN % PAKAN

Kebutuhan protein pada ikan

Protein didalam tubuh sangat dibutuhkan untuk pemeliharaan, pembentukan jaringan, penggantian jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan penambahan protein tubuh dalam proses pertumbuhan. Kebutuhan protein dalam pakan
secara langsung dipengaruhi oleh jumlah dan jenis-jenis asam amino essensial, kandungan protein yang dibutuhkan, kandungan energi pakan dan faktor fisiologis ikan (Lovel, 1989). Protein dapat juga digunakan sebagai sumber energi jika kebutuhan energi dari lemak dan
karbohidrat tidak mencukupi dan juga sebagai penyusun utama enzim, hormon dan antibodi. Oleh karena itu
pemberian protein pada pakan ikan harus pada batas tertentu agar dapat memberikan pertumbuhan yang optimal bagi ikan dan efisiensi pakan yang tinggi. Selain itu protein sangat penting bagi kehidupan karena merupakan protoplasma aktif dalam semua sel hidup dan berperan sebagai instrumen molekuler yang mengekspresikan informasi genetik, unsur struktural didalam sel dan jaringan. Protein yang dibutuhkan
ikan bersumber dari berbagai macam bahan dimana kualitas protein bahan bergantung pada komposisi asam amino. Jumlah kebutuhan protein maksimum merupakan tingkat kualitas protein yang tinggi dalam kandungan pakan yang diperlukan untuk pertumbuhan maksimum. Untuk menentukan kebutuhan protein suatu jenis ikan dapat dilakukan dengan melakukan percobaan pemberian pakan yang
akan membantu dalam penggunaan uji kandungan protein dari sumber yang nilai biologinya tinggi. Respon yang akan memberikan keuntungan dan daya tahan paling tinggi biasanya diperoleh dari komposisi pakan ikan terbaik. Protein yang terdapat dalam jaringan tubuh ikan dapat digunakan sebagai ukuran untuk menentukan kebutuhan protein. Cara ini dilakukan dengan menganalisis kandungan nitrogen dalam jaringan dengan interval dua minggu sampai tidak ada penurunan nitrogen yang tertahan pada jaringan.
Jumlah kandungan protein yang minimal dari suatu pakan untuk menghasilkan pertumbuhan maksimum sangat bergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan. Berdasarkan penelitian beberapa spesies ikan kebutuhan kandungan protein pada ikan budidaya berkisar dari 27% sampai 60%. Sumber protein tinggi untuk ikan dapat diperoleh pada beberapa bahan baku antara lain adalah telor utuh, kasein, kombinasi kasein dan agar-agar. Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein
untuk pertumbuhan ikan yang maksimum antara lain adalah : jenis, ukuran ikan atau umur, temperatur air, protein yang berkualitas seperti yang telah dikemukanan sebelumnya dengan mengetahui komposisi asam amino. Ikan yang berukuran lebih kecil mempunyai kebutuhan protein lebih tinggi dibanding ikan yang lebih tua pada jenis ikan yang sama itu.







Kebutuhan protein pada ikan, PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, asam amino essensial, pakan ikan
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina

ASAM AMINO

Kebutuhan asam amino essensial
dalam pakan ikan

Pakan ikan sangat dibutuhkan bagi ikan yang dibudidayakan dalam suatu wadah budidaya. Fungsi utama pakan ini adalah sebagai
penyedia energi bagi aktifitas sel-sel tubuh. Dalam tubuh ikan energi yang berasal dari pakan dipergunakan untuk proses hidupnya
yaitu tumbuh, berkembang dan bereproduksi. Dalam tubuh ikan berisi sekitar 65-75% protein pada suatu basis berat kering. Protein
sangat menentukan dalam menyusun formulasi pakan ikan. Asam amino yang berasal dari protein ini sangat diperlukan olehberbagai sel untuk membangun dan
memperbaiki jaringan rusak. Kelebihan Asam amino digunakan sebagai sumber energi atau dikonversi ke lemak. Informasi
tentang kebutuhan protein kotor ikan menjadi nilai yang menentukan dandata tentang kebutuhan asam amino
untuk setiap ikan penting karena mutu protein sangat bergantung kepada komposisi asam amino nya dan penyerapannya. Penentuan
tentang kebutuhan asam aminosangat penting karena akan sangat membantu dalam melakukan perancangan diet uji amino yang digunakan untuk menentukan kebutuhan asam amino yang diperlukan bagi ikan. Protein dalam pakan ikan akan saling keterkaitan dengan zat nutrien
lainnya, misalnya protein bersama dengan mineral dan air merupakan bahan baku utama dalam pembentukan sel-sel dan jaringan
tubuh. Protein bersama dengan vitamin dan mineral ini berfungsi juga dalam pengaturan suhu tubuh,
pengaturan keseimbangan asam basa, pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh serta pengaturan metabolisme dalam tubuh. Oleh
karena itu ikan yang dibudidayakan harus memperoleh asam amino dari protein makanannya secara terus
menerus yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan sel dan pembentukan jaringan tubuhnya. Melalui sistem peredaran darah,
asam amino ini diserap oleh seluruh jaringan tubuh yang memerlukannya. Pertumbuhan somatik, pertumbuhan
kelanjar reproduksi, perkembangan dan pembangunan jaringan baru ataupun perbaikan jaringan yang
rusak selalu membutuhkan protein secara optimal yang terutama diperoleh dari asam-asam amino essensial yang bersumber dari
pakan ikan yang dikonsumsi. Ikan tidak mempunyai kebutuhan protein yang mutlak namun untuk menunjang pertumbuhannya ikan
membutuhkan suatu campuran yang seimbang antara asam-asam aminoesensial dan non esensial. Protein yang dibutuhkan ikan
dipengaruhi faktor-faktor yang bervariasi seperti ukuran ikan, temperatur air, kecepatan pemberian
pakan, ketersediaan dan kualitas pakan alami, kandungan energi keseluruhan yang dapat dihasilkan
dari pakan dan kualitas protein. Kualitas pakan dikatakan rendah apabila kadar asam-asam amino
esensial dalam proteinnya juga rendah. Pemilihan bahan dan komposisi bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan
akan sangat menentukan kelengkapan dan keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan tak esensial. Ikan dapat tumbuh
normal apabila komposisi asam amino esensial dalam pakan tak jauh berbeda (mirip) dengan asam amino
dalam tubuhnya. Oleh karena itu adanya variasi keseimbangan antara asam amino esensial dan non esensial dalam pakan diharapkan
dapat memacu pertumbuhan ikan. Cepat tidaknya pertumbuhan ikan ditentukan oleh banyaknya protein
yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh sebagai zat pembangun. Oleh karena itu agar
ikan dapat tumbuh secara normal, pakan harus memiliki kandungan energi yang cukup untuk memenuhi
kebutuhan energi metabolisme sehari-hari dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi untuk
memenuhi kebutuhan pembangunan sel-sel tubuh yang baru. Keseimbangan antara energi dan
kadar protein sangat penting dalam laju pertumbuhan, karena apabila kebutuhan energi kurang, maka
protein akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi. Pemakaian sebagian protein sebagai sumber energi ini akan menghambat
pertumbuhan ikan, mengingat protein sangat berperan dalam pembentukan sel baru. Pemberian pakan yang tepat dengan
kisaran nilai kalori/energi yang memenuhi persyaratan bagi pertumbuhan ikan dan dengan kandungan gizi yang lengkap akan
dapat meningkatkan nilai retensi protein. Retensi protein merupakan gambaran dari banyaknya protein
yang diberikan, yang dapat diserap dan dimanfaatkan untuk membangun ataupun memperbaiki sel-sel tubuh
yang rusak, serta dimanfaatkan bagi metabolisme sehari-hari. Dalam proses pencernaan, protein
akan dipecah menjadi bentuk-bentuk yang lebih sederhana yaitu asam amino dan dipeptida. Ada dua jenis
enzim yang terlibat dalam proses pencernaan protein, yaitu enzim endopeptidase yang berfungsi
memutuskan ikatan peptida pada rantai polipeptida dan enzim eksopeptidase yang berfungsi
memutuskan gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (-NH2) yang dimiliki protein. Asam amino
dan dipeptida dapat masuk kedalam aliran darah dengan cara transpot aktif. Kualitas protein berbeda-beda
tergantung pada jenis dan jumlah asam amino penyusunannya. Penentuan kualitas protein dapat
dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino esensial yang dikandung bahan makanan dengan
standar kebutuhan asam amino esensial pada hewan uji. Persentase terendah dari kandungan asam amino esensial pada makanan
terhadap pola standar tersebut dinamakan sebagai skore asam amino. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial
pembatas adalah asam amino esensial yang mempunyai presentase terendah yang terkandung dalam suatu protein
bahan makanan. Dalam penyusunan komposisi bahan-bahan pembuat pakan ikan, harus diperhitungkan terlebih dahulu
kelengkapan asam amino esensial pada bahan dan kebutuhan tiap jenis ikan terhadap asam amino esensial
dan non esensial. Kebutuhan setiap jenis ikan terhadap asam amino esensial dan non esensial berbedabeda,
sehingga perlu dipertimbangkan adanya keseimbangan antara asam-asam amino esensial dan non esensial yang
terkandung pada protein bahan dasar pembuat pakan ikan tersebut.Tidak semua bahan makanan yang
merupakan sumber protein hewani maupun nabati mengalami defisiensi asam amino yang sama. Oleh
karena itu, defisiensi pada salah satu asam amino pada suatu bahan dapat disubstitusi dengan asam amino
yang sama dari bahan yang berbeda. Arginin merupakan asam amino yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan
optimal ikan muda. Disamping berperan dalam sintesia protein, arginin juga berperan dalam biosintesis urea.
Histidin merupakan asam amino esensial bagi pertumbuhan larva dan anak-anak ikan. Histidin diperlukan
untuk menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Perubahan-perubahan konsentrasi isoleisin, leusin dan valin dalam
serum dipengaruhi oleh peningkatan kadar protein pakan. Peningkatan konsentrasi dari salah satu asam
amino berantai cabang ini, misalnya leusin, akan memberikan pengaruh pada konsentrasi isoleisin dan valin
dalam serum. Pengamatan ini memberikan indikasi leisin mungkin mampu mempermudah jaringan tubuh dalam menyerap asam-asam
amino berantai cabang. Lisin merupakan asam amino esensial pembatas dalam protein nabati. Defisiensi lisin dalam pakan
ikan dapat menyebabkan kerusakan pada sirip ekor (nekrosis), yang apabila berkelanjutan dapat menyebabkan terganggunya
pertumbuhan. Tingkat penggunaan lisin dipengaruhi oleh kadar arginin, urea dan amonia. Ketika terjadi
degradasi arginin, maka penggunaan lisin akan meningkat. Metionin (essensial) dan sistein (non
essensial) merupakan asam amino yang mengandung sulfur. Sistein mampu mereduksi sejumlah metionin
yang diperlukan bagi pertumbuhan optimal. Kebutuhan metionin pada ikan biasanya berkaitan dengan
kadar metionin dalam serum dan kadar makanan yang dicerna. Metionin juga merupakan asam amino pembatas dalam beberapa
bahan makanan sumber protein nabati. Defisiensi metionin dapat mengakibatkan penyakit katarak pada rainbow trout.
Fenil alanin (essensial) dan tirosin (non essensial) keduanya mempunyai struktur kimia yang mirip
sehingga keduanya bisa saling menggantikan. Fenil alanin dantirosin diklasifikasikan sebagai asam
amnino aromatik. Keduanya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk mendorong sintesis protein
dan fungsi-fungsi fisiologis lain pada ikan. Ikan mampu dengan segera mengubah fenil alanin menjadi tirosin
atau menggunakan tirosin untuk melakukan metabolisme yangdiperlukan bagi asam amino fenil alanin tersebut. Oleh karena itu untuk menentukan kebutuhan asam
amino aromatik khususnya fenil alanin, dalam pengujian haruslah digunakan bahan pangan tanpa
tirosin atau berkadar tirosin rendah. Triptofan merupakan asam aminopembatas dalam bahan makanan
sumber protein nabati. Defisiensi triptofan pada ikan salmon menyebabkan lordosis dan skoliosis
sedangkan pada ikan rainbow trout menyebabkan nekrosis pada sirip ekor, kerusakan pada operculum insang dan katarak pada mata.
Selain menyebabkan penyakit pada mata, defisiensi triptopan juga akan meningkatkan kadar kalsium, magnesium, sodium dan potasium dalam ginjal dan hati ikan. Kebutuhan asam amino essensial
dan nonessensial pada ikan sangat ditentukan oleh jenis bahan baku pembuatan pakan. Hal ini dapatmengakibatkan kekurangan asam
amino esensial yang disebabkan oleh penggunaan komposisi pakan yang kandungan proteinnya sedikit
atau tidak mencukupi kebutuhan asam amino esensial. Dapat juga disebabkan adanya bahan kimia
yang dapat mempengaruhi komposisi pakan, pemanasan yang berlebih saat pembuatan pakan dan penguapan dari pakan tersebut.
Ketidakseimbangan asam amino kaitannya dengan asam amino yang saling bertentangan atau asam
amino yang berbahaya yang dapat menyebabkan pertumbuhan pada ikan tidak optimal. Pertentangan asam amino terjadi ketika asam amino yang diberikan melebihi jumlah yang dibutuhkan. Hal ini dapat meningkatkan kebutuhan asam amino lain yang serupa. Contohnya adalah pertentangan leucin dengan isoleucin dan arginin dengan lisin yang diamati pada
beberapa jenis ikan. Asam amino bersifat racun apabila diberikan dengan jumlah yang berlebih. Efek negatif yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki dengan penambahan asam amino ke dalam komposisi
pakan. Di dalam perumusan komposisi pakan, komposisi pakan yang direkomendasikan tentang asam amino esensial harus dengan hatihati dalam memilih dan mengkombinasikan dua atau lebih
sumber protein. Keterbatasan kandungan asam amino dalam salah satu sumber asam amino dapat dilengkapi dengan sumber lain yang
melimpah dengan kandungan asam amino yang sama sehingga menjadi suatu pakan ynag lebih baik. Cara lain untuk mengetahui kebutuhan
asam amino esensial dari suatu organisme adalah dengan penambahan pada komposisi pakan dengan asam amino L kristal.
Pelarutan nutrisinya dapat diperkecil dengan penggunaan pakan yangmengandung air stabil sehingga
dapat menghemat penggunaan pengikat atau memanfaatkannya dalam praktek pemberian pakan. Sejauh ini kebutuhan asam amino
Kebutuhan asam amino pada ikanseperti tabel diatas diperoleh dengan cara melakukan penelitian. Menurut
Millamena (2002) ada dua metoda yang digunakan untuk menentukan apakah suatu asam amino tersebut termasuk dalam kelompok asam
amino essensial dan non essensial yaitu: Metoda pertumbuhan & Metoda radio isotop. Metoda pertumbuhan digunakan oleh
Halver (1957) untuk mengetahui penggunaan satu rangkaian asam amino diet uji yang berisi kristal Lamino sebagai sumber nitrogen.
Pakan dirumuskan berdasarkan pada pola asam amino seperti protein telor ayam utuh, protein telor ikan Chinook, atau kantung kuning
telur ikan Chinook. Untuk sepuluh amino, percobaan dilakukan dengan melakukan pemberian pakan dengan menggunakan pakan dasar yang
berisi semua asam amino dan pakan uji yang tidak mengandung asam amino. Ikan uji dilakukan penimbangan berat badan setiap dua
kali untuk mengukur pertumbuhan dan mengetahui pengaruh pakan uji tersebut. Selain itu sampel ikan uji
juga diberi pakan yang kekurangan asam amino untuk melihat pertumbuhan yang terjadi dan dibandingkan dengan ikan yang
diberi pakan dengan asam amino yang lengkap, setelah itu penyelidik menggunakan suatu diet test serupa untuk menentukan asam amino esensial yang lain pada ikan. Pada Metoda rasio isotop yang
digunakan oleh Cowey et al. (1970), ikan uji disuntik secara intraperitoneal dengan menggunakan
radio aktif yang diberi label 14C glukosa dan dibiarkan hidup dengan mengkonsumsi pakan alami selama 7 hari. Ikan uji kemudian dimatikan
dan dibuat larutan yang homogen dan melakukan isolasi protein. Dari hasil isolasi tersebut kemudian
protein tersebut dilakukan hidrolisasi dan asam amino yang diperoleh dipisahkan dengan menggunakan
peralatan chromatografi dan menghitung radio aktifitas.








PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, asam amino essensial, pakan ikan
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina

KUALITAS PROTEIN

Evaluasi kualitas protein
Protein yang terdapat dalam suatu bahan pakan dapat dikatakan bermutu jika memberikan
pertumbuhan positif pada ikan budidaya atau protein dikatakan
mutunya tinggi apabila komposisi asam amino yang terkandung di
dalamnya menyerupai bentuk asam amino yang dibutuhkan oleh ikan dan
tingkat kecernaannya tinggi. Mutu protein biasanya dievaluasi dengan
metode biologi dan kimia. Metode kimia menentukan kuantitas atau
jumlah protein/asam amino pada bahan pakan sedangkan metode
biologi dengan cara menentukan reaksi ikan terhadap protein dalam
kaitannya dengan pertumbuhan dan pertahanan. Dalam metode biologi,
berat tubuh dan nitrogen digunakan sebagai ukuran untuk mutu protein
dimana metode biologi lebih akurat dibanding metode kimia. Menurut
Millamena (2002) perhitungan Protein Effisiensi ratio (PER), nilai
biologi (BV) dan kebutuhan protein bersih (NPU) adalah sebagai berikut:

Perbandingan Efisiensi Protein (PER)

PER = Penambahan bobot (gram) / Kandungan protein dalam pakan (gram)












PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin, kualitas protein


Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina
p:184

PROTEIN - Asam Amino ?

Dalam menyusun komposisi pakan ikan saat ini para peneliti sudah
melakukan penyusunan komposisi pakan berdasarkan kebutuhan asam
amino setiap jenis ikan. Hal ini dikarenakan komposisi kebutuhan
asam amino setiap jenis ikan sangat berbeda dan sangat menentukan laju
pertumbuhan dari ikan yang dibudidayakan. Asam amino merupakan bahan dasar yang
dihasilkan dari proses pemecahanatau hidrolisis dari protein. Asam
amino ini membangun blok protein.Istilah amino datang dari -NH2 atau suatu kelompok amino yang
merupakan bahan dasar alami dan asam datang dari perbandingan -
COOH atau suatu kelompok karboxyl,oleh karena itu disebutlah asam amino. Dalam molekul protein asam
amino membentuk ikatan peptida (ikatan antara amino dan kelompok
karboxyl) di dalam rantai yang panjang disebut rantai polipeptida.
Ada banyak asam amino di alam tetapi hanya dua puluh yang terjadi
secara alami. Asam amino sangat dibutuhkan oleh ikan untuk tumbuh
dan berkembang. Dalam pengelompokkannya dibagi menjadi
dua yaitu asam amino essensial dan nonessensial.

pengelompokkan asam amino (Millamena, 2002)

Asam amino essensial
Arginin
Histidin
Isoleucin
Leucin
Lysin
Methionin
Phenylalanin
Threonin
Tryptophan
Valin

Asam amino nonessensial
Alanin
Asparagin
Asam Aspartad
Cystein
Asam Glutamat
Glutamin
Glycin
Prolin
Serin
Tyrosin

Asam amino di golongkan menjadi asam amino essensial dan asam
amino non essensial. Asam amino essensial adalah asam amino yang
tidak bisa dibuat atau disintesis oleh organisme mendukung pertumbuhan
maksimum dan dapat menjadi penyuplai dari asam amino.
Kapasitas dari pakan ikan memiliki kandungan asam amino yang
dibutuhkan ikan berbeda-beda. Esensialitas dari suatu asam amino
akan tergantung pada ikan yang diberi pakan. Sebagai contoh,
glycine diperlukan oleh ayam tetapibukanlah penting bagi ikan. Asam
amino non esensial yaitu asam amino yang dapat dibentuk atau
disintesis dalam jaringan dan tidak perlu ditambahkan dalam komposisi
pakan.


Asam amino esensial

Ada sepuluh asam amino esensial (EAA) yang diperlukan oleh
pertumbuhan ikan yaitu: arginin, histidin, isoleucin, leucin, methionin,
phenylalanin, threonin, tryptophan dan valin. Kesepuluh asam amino ini
merupakan senyawa yang membangun protein dan ada beberapa asam amino merupakan
bahan dasar dari struktur atau unsur lain. Methionin adalah prekursor dari
cyestein dan cystin. Methionin juga sebagai penyalur metil (CH3).
Beberapa kelompoknya terdiri dari creatin, cholin, dan banyak unsur lain.
Jika suatu basa hydrogen (OH) ditambahkan ke ph penylalanin, maka
tyrosin dibentuk. Tyrosin diperlukan untuk hormon thyroxin, epinephrin
dan norepinephrin dan melanin pigmen. Arginin menghasilkan
ornithin ketika urea dibentuk dalam siklus urea. Perpindahan suatu
karboksil (COOH) digolongkan dalam bentuk histamin. Tryptophan adalah
prekursor dari serotonin atau suatu vitamin, asam nikotinik. Semua ikan
bersirip membutuhkan ke sepuluh asam amino esensial.


Asam amino non essensial

Asam amino non esensial yang dibutuhkan untuk ikan adalah: alanine, asparagirie, asam aspartad,
cyestin, asam glutamat, glutamin,glycin, prolin, serin dan tyrosin. Asam
amino non esensial asam amino yang dapat secara parsial menggantikan atau memberikan
asam amino yang sangat dibutuhkanatau harus ada dalam komposisi pakan.







PROTEIN, apa itu protein, asam nukleat, enzim, hormon,vitamin,Asam amino
Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina

PROTEIN

Protein merupakan nutrisi utama yang mengandung nitrogen dan merupakan unsur utama dari jaringan dan organ tubuh hewan dan juga senyawa nitrogen lainnya seperti asam nukleat, enzim, hormon,vitamin dan lain-lain. Protein dibutuhkan sebagai sumber energi utama karena protein ini terus menerus diperlukan dalam makanan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Protein mengandung karbon sebanyak 50-55%, hidrogen 5-7%, dan oksigen 20-25% yang bersamaan dengan lemak dan karbohidrat, juga mengandung nitrogen sebanyak 15-18%, rata-rata adalah 16% dan sebagian lagi merupakan unsur sulfur dan sedikit mengandung fosfat dan besi. Oleh karena itu beberapa
literatur mengatakan bahwa protein adalah makro molekul yang terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen,
nitrogen dan boleh juga berisi sulfur.Kadar nitrogen pada protein dapat
dibedakan dari lemak dan karbohidrat serta komponen bahan
organik lainnya. Protein berasal dari bahasa Yunani
yaitu Proteos yang berarti pertama atau utama. Hal ini dikarenakan
protein merupakan makromolekul yang paling berlimpah didalam sel
hidup dan merupakan 50% atau lebih berat kering sel. Protein dalam setiap
sel mahluk hidup tersimpan dalam jaringan dan organ dan sebagaikomponen utama jaringan tubuh ikan.
Nutrient ini di perlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan serta
perawatan jaringan dan organ. Tidak ada bahan gizi lain yang dapat
menggantikan peran utamanya dalam membangun dan memperbaiki
sel dan jaringan yang rusak. Sebagai tambahan protein juga berperan
untuk kontraksi otot dan komponen enzim, hormon dan antibodi. Protein
dalam bentuk komplek sebagai heme, karbohidrat, lipid atau asam nukleat.
Hewan air harus mengkonsumsi protein untuk menggantikan jaringan
tubuh yang aus/rusak (perbaikan) dan untuk mensintesis jaringan baru
(pertumbuhan dan reproduksi). Selain itu protein mempunyai
peranan biologis karena merupakan instrumen molekuler yang
mengekspresikan informasi genetik. Semua protein pada makhluk hidup
dibangun oleh susunan yang sama yaitu 20 macam asam amino baku,
yang molekulnya sendiri tidak mempunyai aktivitas biologi. Dari 20
macam asam amino ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu asam
amino essensial sebanyak 10 macam merupakan asam amino
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh ikan tidak dapat
mensintesisnya, dan asam amino non essensial sebanyak 10 macam
yaitu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan dapat disintesis
dalam tubuh ikan itu sendiri. Dalam bab ini akan dipelajari tentang
sepuluh asam amino yang penting yang diperlukan oleh ikan dan
struktur bahan kimia, membedakan antara asam amino essensial dan
asam amino non-essensial; asam amino yang diserap ikan; efekdefisiensi dan kelebihan dari asam
amino berkenaan dengan aturan makan ikan ; prosedur bagaimana cara menentukan kebutuhan asam
amino secara kwantitatif dan kwalitatif pada ikan; metoda
mengevaluasi mutu protein; danbagaimana cara menentukan kebutuhan protein beberapa jenis
ikan budidaya.


















































Posted by royan
Sumber: Budidaya Ikan Jilid 2 oleh Gusrina

HALAMAN FACEBOOK